Warga Desa Banyupelle Jawa Timur, Sembilan Bulan Tak Terima Raskin

0
586

Pamekasan,Independennews.com- Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau Keluarga penerima raskin mengeluh, pasalnya Sudah delapan bulan sejak Januari hingga September 2017 belum menerima Bantuan Raskin. Hal itu dikeluhkan warga Desa Banyupelle, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Informasi yang dihimpun, Rabu (27/9/2017) di desa Bayulele kepada Independennews.com, parat warga penerima raskin mengaku belum pernah terima beras miskin (Rankin) sejak Januari hingga September ini. Mereka menduga bahwa beras raskin yang menjadi hak warga digelapkan. Jika tidak digelapkan tentu warga penerima akan menerima beras tersebut.

“sudah sembilan bulan raskin menghilang tak kami terima, kami tak tahu apa alasan kenapa beras raskin tidak dibagikan kepada warga penerima,”kata warga

Menanggapi keluhan warga , Rian Hidayat selaku aktivis Mahasiswa yang juga warga setempat mengatakan kekecewaanya, dia merasa kecewa terhadap menghilangnya beras raskin dari peredaran.

pada hal, Kata Rian beras Rankin itu sangat dibutuhkan warga yang kurang mampu. Jika selama sembilan bulan raskin tak dibagikan ke warga, lalu kemana beras tersebut,”ujar Rian Bertanya.

“beras raskin itu, hak rakyat yang Harus diterima, jika selama sembilan bulan tak diterima warga, berarti ada yang sengaja melakukan untuk memperkaya diri. Tidak mungkin beras raskin itu hilang begitu saja dari peredaran. Bahkan ada yang sengaja menyelewengkannya,” kata rian dikomfirmasi independennews.com

Rian berharap, kepala desa dan perangkat desa Banyupelle harus mengedepankan kepentingan warganya.

“Harusnya perangkat desa Banyupelle selaku yang dipercaya warga harus bertanggung jawab,”katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre XII Madura, Syafarudin Arif mengatakan bahwa jatah bantuan rastra oleh pemerintah setiap bulan ada, namun rata-rata jumlah tebusan di seluruh desa se-kab. Pamekasan masih minim.

“Data yang ada di kami, untuk desa Banyupelle hanya menebus alokasi bantuan rastra hanya satu kali, pada bulan Juni 2017. Jadi selama delapan bulan tidak ditebus,” kata Safaruddin, saat ditemui awak media di kantornya.

 

(Siti Amina/Anton)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here