Viral di Media Daring, Korsda Srono Ungkap Soal Penebangan Pohon Bendo ‘Diketahui’ Sekdin Pengairan Banyuwangi

0
126

IndependenNews.com, Banyuwangi | Korda Srono memberikan tanggapan tarkait penebangan pohon Bendo di sempadan sungai Dam Rejo area Dum gembleng Desa Aliyan, kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, setelah ramai pemberitaan di Media daring.

Sebelumnya, pihak Korsda Srono saat dihubungi awak media ini untuk dikonfirmassi seputar penebangan pohon bendo disempadan sungai itu. Pihak Korsda Srono menunjukkan sikap yang kurang bersahabat.

Bahkan ketika ditemui dikantornya pada Kamis, 16 Juni 2022, pihak korsda Srono terkesan menghindar dari wartawan media ini, dengan alasan tidak ditempat.

Pada konfirmasi kedua melalui sambungan WhatsApp, Eko Susanto selaku Korsda Srono mengatakan dirinya tidak menyebutkan nama nama pelaku penebang pohon tersebut. Pada hal pada saat pertama dikonfirmasi, Eko Susanto menyebut nama pelaku penebang pohon bendo di areal sempadan sungai Dam Gempleng adalah bernama Gorib.

“Kami telah bertemu dengan pelaku, dan pihaknya sepakat mengganti pohon Bendo yang telah ditebang akan diganti dengan 5 pohon keras serta membayar denda,” ujar Eko saat dikonfirmasi pertama oleh awak media ini.

Saat itu, setelah Eko menerangkan terkait seputar penebangan pohon bendo itu, Korsda Srono Eko Susanto malah menyuruh pihak media ini untuk memberitakan penebangan pohon tersebut.

“Terserah mas mau beritakan ratusan kali pun saya tak gentar,”ujarnya menantang awak media ketika itu. Korsda Srono dinilai telah mengkangkangi Kepres no 12 Tahun 1990, karena di duga penebangan pohon bendo itu atas sepengetahuan Korsda Srono.

Pada Senin, 20 Juni 2022, saat dikonfirmasi Eko menjelaskan, bahwa penebangan pohon tersebut telah di ketahui oleh Sekertaris Dinas (sekdin) Pengairan Banyuwangi.

“Penebangan itu tidak ada unsur permainan,”ucap Eko dengan nada keras.

Kemudian, ketika ditanya terkait larangan Penebangan pohon di areal sempadan Sungai, Eko mengaku mengetahui kalau penebangan pohon disempadan sungai melanggar kepres nomor 32 tahun 1990.

“Saya tau mas memang ada larangan penebangan pohon di areal sempadan sungai,”ujarnya

Sementara ketika ditanya soal hasil penebangan pohon tersebut atau barang buktinya, beliau mengatakan tidak ada barangnya.

“Barang buktinya sudah tidak ada mas” padahal saya sudah meminta kepada pihak pelaku agar membawanya ke kantor Korsda. Tapi sudah kami buatkan pernyataan secara tertulis,”jelasnya

Eko juga mengatakan, bahwa dirinya tidak keberatan apabila hal tersebut di beritakan lagi oleh awak media.

“Saya sudah memberikan hak jawab yang di minta, dan silahkan bila mau di beritakan kembali, yang jelas di sini tidak ada permainan dari pihak korsda Srono.”Tutupnya.

Sementara setelah mendapat penjelasan Korsda Srono Eko terkait tindakan penebangan pohon bendo atas sepengetahuan Sekdin Pengairan Banyuwangi, Awak media masih mencoba untuk konfirmasi kebenaran peryataan Eko, namun ketika dihubungi lewat Whatsap nya belum terima jawaban atau tidak aktif.

Pada pemberitaan sebelumnya Korsda Srono, Eko. S, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Selasa (14/6/22) membenarkan adanya penebangan pohon bendo tersebut, tapi tanpa sepengetahuan Korsda, namun pelaku sudah diketahuinya.

“Memang benar mas, ada penebangan 2 pohon Bendo, tapi bukan dari pihak kami, melainkan ada pihak yang tidak bertanggung jawab, dan kami telah ketemu, namanya Gorib, dan kami akan panggil,” ujar Eko.S

Lanjut Eko, pihak pelaku akan mengganti dengan 5 pohon keras dan bayar denda, sedangkan kita belum dapat apa-apa,”jelasnya. (Har)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here