Usai Gelar Aksi di Kantor Walikota, Aksi Lanjut di Kantor DPRD Batam, Nuryanto: Sabar Dicari Solusi

0
105

INDEPENDENNEWS.COM, BATAM — Setelah menggelar aksi protes di depan kantor Walikota Batam, Ratusan pedagang kaki lima (PK5) korban penggusuran Pasar Induk Jodoh, Batam, melanjutkan aksinya di depan Kantor DPRD Kota Batam, Kamis (7/11/19).

Tampaknya para pedagang itu kecewa atas sikap Walikota Batam HM Rudi SE, yang tidak mau menemui massa sehingga massa memutuskan untuk melanjutkak aksinya di Kantor DPRD kota Batam. Begitu para pedagang berteriak melalui pengeras suara, ” pak Dewan Tolong Kami”! Ketua DPRD Kota Batam langsung menemui massa.

Begitu Nuryanto tampak keluar dari dalam gedung disambut para pendemo dan berkata,” terima kasih pak Dewan masih ada yang memperhatikan kami.”ujar sejumlah demontran.

Kesempatan itu, Ketua DPRD Kota Batam mengajak para demontran (Pedagang Kaki Lima ) agar bersabar dan memberikan waktu 1 hari mencari solusi terkait permasalahan yang tengah dihadapi para pedangang.

“Terkait persoalan ini, saya sudah berkoordinasi dengan Pemko Batam melalui Gustian Riau, pembenahan di pasar induk Jodoh sudah selesai dengan baik, dan bagi masyarakat yang mengais rejeki disana akan dicarikan solusi terbaik, ” kata Nuryanto

Ditegaskan Nuryanto, pihaknya akan membahas permasalahan yang tengah dihadapi para pedangan dengam Pemerintah Kota Batam.

“Kita akan cari Solusi, saya baru tau hari ini, bahwa tempat relokasi yang telah disiapkan harus bayar Rp 40 juta per unit. Sementara Kemarin kita tahunya diberikan secara gratis kepada pedagang yang lama menempati pasar induk Jodoh.” ujarnya

Untuk persoalan ini, Nuryanto menempatkan institusi yang dipimpinnya untuk berdiri di depan Masyarakat. Dia jug meminta Pemko Batam secepatnya menyelesaikan permasalahan para pedagang korban penggusuran pasar Induk Jodoh.

“Atas DPRD Batam, saya selaku ketua DPRD Kota Batam siap menjembatani permasalahan para Para Pedangang ke Pemko Batam dan BP Batam,” tegasnya

Pada kesempatan itu juga para pedagang korban penggusuran pasar induk jodoh menawarkan surat petisi kepada DPRD Batam sebagai bentuk kesepakatan.

Berikut beberapa point petisi yang disampaikan para pedagang yang ditanda-tangani Ketua DPRD Batam dan massa pedagang.

  1. Kami atas nama pedagang pasar induk Jodoh Nagoya kota Batam, yang pada hari Rabu, 30 September 2019 di gusur paksa oleh tim terpadu Pemko Batam, meminta kepada Ketua DPRD Batam untuk mendukung pedagang kaki lima pasar induk Jodoh bisa kembali berdagang di area pasar induk Jodoh (antara bangunan pasar induk Jodoh dengan bangunan swasta).
  2. Kami juga meminta agar pagar yang di pasang di row jalan seputaran pasar induk Jodoh segera di bongkar.
  3. Kami juga meminta area bongkar kontainer tetap dilakukan di area sebelumnya.
  4. Surat ini kami buat untuk pegangan pedagang berdagang kembali di area yang kami sebut diatas. Kami juga meminta jaminan perlindungan pihak Kepolisian untuk bisa berdagang kembali tanpa ada gangguan dari manapun.

Demikian surat ini kami buat sebagai kesepakatan, sebagai kesepakatan hari ini.

Hormat kami.
Br. Sembiring.
Ketua DPD APKLI Kota Batam.

Sampai berita ini dikirim, massa tetap melakukan aksi dan kembali ke depan Gedung Pemko Batam karena DPRD Batam tidak memberikan kepastian akan nasib jualan mereka yang tertahan di kontainer.

(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.