Tol Salatiga Sejak Dibuka, Kenderaan Melintas Capai Ratusan Ribu Kenderaan

0
489
Situasi Gerbang Tol Salatiga Semarang (beritasatu)

IndependenNews.com, Semarang – Jumlah kendaraan yang melintas di Pintu keluar Tol Salatiga tercatat mencapai ratusan ribu kendaraan, sejak dibuka tanggal 17 Juni hingga 28 Juli tertacat sebanyak 214.195 dengan rata-rata 13.387 kendaraan melintas setiap harinya.

Data tersebut juga memperlihatkan jumlah kendaraan dari arah Solo saat arus balik mengalami peningkatan mulai dari tanggal 26 sampai 28 Juli. Tercatat, jumlah kendaraan yang masuk tol Salatiga tertinggi pada tanggal 28 Juli yakni 13.058 kendaraan.”Kata Kepala Shift 1 Trans Marga Jateng, David Sukarno Putra, Jumat (30/6/17) seperti dilansir beritasatu.

Untuk mengantisipasi kemacetan, Kami membuka empat jalur bagi kendaraan yang akan masuk ke Tol Salatiga, sedangkan yang keluar tol salatiga pihaknya membuka tiga jalur saat arus balik. Hal itu diterapkan, karena kepadatan kendaraan bersifat situasional, agar saat ada penumpukan tidak terlalu panjang antriannya.

Sementara itu, untuk mengurangi kepadatan dan mengurai kemacetan kendaraan dari arah timur yang hendak masuk ke tol Gringsing Batang, Jumat siang, polisi membongkar median jalan. Pembongkaran ini dilakukan karena volume kendaraan yang semakin padat dan mempermudah kendaraan masuk ke jalan tol Gringsing. Meski sudah memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan contra flow maupun sistem buka tutup, namun kemacetan di persimpangan jalan pantura dan tol Gringsing Batang belum bisa mengurai kemacetan.

Arus kendaraan pemudik yang didominasi mobil pribadi dari arah timur menuju Jakarta terus mengalir memadati ruas jalan pantura Gringsing. Padatnya arus kendaraan di jalan pantura Gringsing mengakibatkan antrean kendaraan sepanjang tiga kilometer. Polisi berusaha melakukan rekasaya lalu lintas untuk mengurai antrean panjang ini agar tidak menimbulkan kemacetan panjang.

Arus kendaraan dari timur dipecah menjadi dua yakni arus kendaraan dilewatkan jalur pantura dan melalui jalan tol darurat Gringsing. Di saat arus kendaraan begitu padat polisi juga melakukan contra flow atau pola 3-1, yakni tiga lajur untuk kendaraan pribadi dari timur menuju ke Jakarta dengan melalui jalan tol darurat Gringsing.

Sementara untuk satu lajur digunakan untuk kendaraan dari arah barat menuju ke timur-Semarang. Ditlantas Polda Jateng telah berkoordinasi dengan dinas maupun instansi terkait untuk melakukan pembongkaran median jalan sepanjang sepuluh meter di pantura Gringsing.

“Pembongkaran median jalan ini dilakukan untuk mengurangi antrean panjang kendaraan yang akan masuk jalan tol darurat Gringsing,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Jateng Kombes Bakharuddin.

Diperkirakan hari ini merupakan puncak arus balik yang dilakukan pemudik mengingat jumlah volume kendaraan yang terus mengalami peningkatan

Sementara itu Kapolres Batang, AKBP Juli Agung Pramono mengatakan rekayasa yang dilakukan polisi untuk mencegah kemacetan yakni dengan mengarahkan kendaraan dari timur yang akan masuk ke tol Gringsing ke arah barat pintu tol.

“Sekitar 200 meter dari pintu tol Gringsing kendaraan dari timur kemudian memutar arah kembali ke timur dan masuk ke tol,” ujarnya.

Sementara rekayasa kedua dengan memberlakukan contra flow kendaraan dari arah timur untuk masuk ke pintu tol Gringsing. Pihaknya juga mengarahkan kendaraan untuk masuk jalan tol dari pintu Kandeman namun banyak yang tidak mau karena jaraknya terlalu jauh dari pintu tol Gringsing.

Rekayasa yang terakhir jika kendaraan dari timur sangat padat, maka polisi akan menutup jalur pantura dari arah barat dan membuka empat lajur untuk kendaraan dari timur dan masuk ke tol Gringsing. “Kita berlakukan buka tutup jalur pantura, arah dari barat kita hentikan untuk kemudian kendaraan dari arah timur menggunakan empat lajur masuk ke jalan tol darurat,” jelasnya.

Penutupan jalur pantura dari arah barat ini hanya berlangsung setiap lima belas menit jika arus dari arah timur menumpuk.

(red/beritasatu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here