Tokoh Masyarakat Rohul Desak Menejer PT PLN Area Pekanbaru Hentikan Kekejaman kepada Rakyat

0
432

PEKANBARU, IndependenNews.com – -Tokoh Masyarakat desak Manager PT PLN Area Pekanbaru, Kemas Abdul Gafur, segeramenghentikan kekejamannya terhadap Wagimun, warga Jalan Lingkar, Desa Kepenuhan Hulu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Tokoh Masyarakat Rohul, E Sunaryo Nasution, meminta kepada Manager Area PT PLN Pekanbaru, supaya menggunakan perasaannya, sebab warga juga pengen menikmati listrik, karena itu sudah jadi kebutuhan pokok, sesuai janji Presiden Jokowi listrik masyarakat akan terpenuhi.

“Informasi ini kami dapatkan dari warga miskin di Kepenuhan Hulu, sudah mendaftar listrik sesuai prosedur, Surat Layak Operasional (SLO) keluar, kemudian menikmati listrik selama empat bulan, tiba-tiba meteran listriknya sekitar 1 bulan lalu diblokir atau tidak bisa mengisi pulsa, sehingga rumah warga tersebut gulita,” ujarnya Nasution dikutip dari Gruop IWO II Kamis (9/11/17)

Sambungnya, informasi yang didapatkan pemblokiran meteran itu, karena tidak ada jaringan, namun anehnya kok mendaftar tidak diberitahu kepada warga. Seharusnya pemerintah harus bergerak cepat untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, sesuai dengan instruksi pemerintah pusat.

“Kami memohon agar Manager Area Pekanbaru supaya menghentikan pemblokiran tersebut, sebab jika hal itu diumpakan kepada beliau, tentu juga tidak sanggup,” ujarnya.

Lebih lanjut Nasution membeberkan, sesuai pantauan di lapangan ditemukan banyak pemasangan listrik di Rohul, kabelnya lebih dari 80 meter, seperti di Kubu Manggis untuk kandang ayam, kandang kambing dan kolam, jaraknya sekitar 2 KM, kemudian di Mekar Jaya, malah lebih 2 KM, di Jalan Lingkar lebih 500 meter, Pagar Mayang sekitar 5 KM dan banyak lainnya.

” Ada apa ini, sebenarnya, kok bisa begitu dengan Wagimun tersebut, padahal beliau sudah mengikuti sesuai prosedur yang berlaku,” tuturnya.

Saat hal ini dikonfirmasi dengan Staf Supervisor ADM Rayon PLN Pasir Pangaraian Riki Marbun, mengenai jaringan dan pemblokiran, itu kewengan Manger Area Pekanbaru.

” Jadi seharus mereka membuat proposal dulu ditandatangani kepala desa dan camat, kemudian diajukan ke Manager PT PLN Area Pekanbaru,” sebutnya lewat telpon genggamnya.

Saat ditanya, apakah ada Peraturan terkait pemblokiran itu, Riki Marbun, menjawabnya, ada peraturan tekhnik, kemudian ditanya lagi nomor berapa peraturannya, Hand phonenya pun mati.

Sementara, dikonfirmasi Manager PLN Rayon Pasir Pangaraian, David S dengan mendatangi kantornya, namun tak berhasil menjumpainya, kemudian melalui telpon gemgamnya, disuruh menelpon dua jam lagi.

Terkait hal ini, dikonfirmasi dengan Manager Area PT PLN Pekanbaru, Kemas Abdul Gafur, melalui telponnya, katanya dia akan menghubungi Riki Marbun dan Manager Rayon Pasir Pangaraian.

” Nanti saya hubungi pihak PLN ke Rohul, pertanyaan sudah sampai,” sebutnya.

(red/IWO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here