Timbulkan Keresahan Di Masyarakat, Polda Kepri Ringkus 3 Pelaku Curat dan 2 Pelaku Penadahan

0
52
Foto : 4 Orang Tahanan Polda Kepri

Independennews.com, Batam | Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri berhasil mengamankan 3 (tiga) orang tersangka pencurian dengan pemberatan (curat) dan 2 (dua) orang tersangka penadahan pada Kamis, (09/9/2021).

Ketiga orang tersangka pencurian dengan pemberatan yakni ER, RY dan RS. Sementara dua orang tersangka penadahan berinisial MI dan OP berhasil diamankan oleh Tim Opsnal Subdit III Dit Reskrimum Polda Kepri.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt menceritakan kronologi kejadian berawal dari kejadian di beberapa lokasi di kota Batam. Lalu korban membuat laporan di Polsek dan SPKT Polda Kepri.

“Kejadian ini terdiri dari 5 laporan polisi, 5 tempat kejadian perkara, 5 orang korban dan 5 orang tersangka yang terdiri dari 3 orang tersangka pencurian dengan pemberatan dan 2 orang tersangka penadahan,” ucap Harry saat memimpin konferensi pers di Polda Kepri, Kamis (09/9/2021).

Harry menyebutkan, kasus ini terjadi di akhir bulan Agustus 2021 lalu sampai dengan minggu pertama bulan September 2021 yang terjadi di berbagai lokasi wilayah Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.

Dimana diketahui bahwa kelima orang tersangka tersebut merupakan para resedivis yang telah berkali-kali melakukan tindak pidana yang sama.

“Dimana 3 orang tersangka inisial ER, RY dan RS merupakan resedivis tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) dan 2 orang tersangka lainya yakni MI dan OP merupakan resedivis tindak pidana penadahan,” terang Harry.

Sementara itu kata Harry, modus operandi yang dilakukan ketiga tersangka curat ini yakni dengan mengamati lokasi perumahan yang memungkinkan untuk melakukan kejahatan. Lalu setelah yakin, mereka mengambil barang milik korban.

“Adapun barang bukti yang berhasil diamankan oleh Tim yaitu handphone berbagai macam merk, laptop, sepeda motor, cincin, gelang, kacamata, hardisk, pisau dapur, linggis dan gunting kecil sebagai alat tersangka untuk membongkar kediaman korban,” paparnya.

Sementara itu Harry juga menjelaskan kronologi pengungkapan kasus didasari dengan Laporan Polisi dari para korban. Lalu pihaknya mendapat informasi bahwa ketiga tersangka berada di sekitaran Nagoya.

Mengetahui hal tersebut, pihaknya lalu bergerak ke lokasi untuk menangkap ketiga orang tersangka. Kemudian Tim melakukan pengembangan barang bukti yang sudah di jual.

“Dari hasil pengembangan, tim berhasil mengamankan 2 orang tersangka inisial MI dan OP yang bertindak sebagai penadah dari hasil kejahatan. 2 orang tersangka ini merupakan resedivis pada tindak pidana yang sama,” tuturnya.

Lanjut kata Harry, kelima orang tersangka ini saling bekerja sama melakukan tindak kejahatan. Dimana 3 orang bertindak sebagai pelaku Curat dan 2 orang bertindak sebagai penadah hasil kejahatan.

Pengungkapan kasus ini kata Harry, merupakan upaya dari Ditreskrimum Polda Kepri untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat terhadap tindak pidana yang cukup meresahkan masyarakat terlebih pada situasi Pandemi Covid-19 ini.

Pada kesempatan yang sama, Dir Reskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Jefri Ronald Parulian Siagian menambahkan, bahwa para pelaku merupakan resedivis yang sudah berulang kali melakukan aksi tindak pidana dan berulang kali keluar masuk penjara, yang mana dari kelima tersangka ini, otak pelakunya ialah tersangka ER, dan RY.

“Atas perbuatanya, para tersangka dikenakan pasal 363 ayat (2) ke-3 dan ke-4 Jo pasal 65 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara dan Pasal 480 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara,” tutup Harry. (SOP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here