Terkait Aturan Pengeras Suara di Masjid dan Musala, Kemenag Batam Optimis Diterima Masyarakat

0
253
Foto : Salinan SE Kemenag

IndependenNews.com, Batam | Kementerian Agama Kota Batam melakukan sosialisasi Surat Edaran (SE) Kemenag RI No 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala yang ada di kota Batam.

Sosialisasi tersebut dilakukan agar substansi yang diatur dalam SE terbaru tersebut mudah dipahami dan diterima oleh masyarakat khususnya umat muslim dalam hal pengaturan pengeras suara di hampir 1.470 Masjid dan Musala yang ada di kota Batam.

Kepala Kantor Kemenag Batam, Zulkarnain, mengatakan bahwa tujuan pemberlakuan aturan tersebut dalam rangka menjaga ketentraman dan kekhusyukan umat beragama dalam menjalankan ibadah.

“Tidak lain aturan ini dibuat agar supaya memberikan kekhusyukan dalam beribadah,” ucap Zulkarnain kepada Independennews di Kantor Kemenag Batam, Rabu (23/02/2022).

Sementara itu, Kasi Bimas Islam, Muhammad Dirham, mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan SE tersebut ke 12 Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di Kota Batam beserta Penyuluh Agama Islam agar tidak terjadi gesekan di tengah masyarakat.

Ia mengatakan, pihaknya optimis bahwa aturan ini akan dapat tersampaikan dengan baik dan dapat diterima oleh masyarakat kota Batam lewat surat yang disebarkan ke grup WhatsApp.

“Karna sekarang jamannya udah maju, kita juga sampaikan lewat grup WA. Kalau ada komplain, kita juga akan selesaikan sesuai aturan yang berlaku. Biasanya kita selesaikan di tingkat RT dan gaada masalah,” ucap Dirham saat diwawancarai di Kantin Kemenag Batam.

Menurutnya, aturan tersebut bukan melarang orang untuk beribadah, namun untuk meregulasi penggunaan pengeras suara Masjid dan Musala dengan berbagai pertimbangan yang sudah melewati tahapan kajian oleh Pemerintah.

“Sebenarnya masalah agama ini pun bukan soal panggilan mic nya itu tapi hatinya. Tapi kalau nanti ada masalah, kita cari solusinya dengan mengacu kepada aturan yang ada. Kita bersyukur ada aturan itu, karena memang hidup itu harus teratur,” tuturnya.

Ia juga meminta kepada masyarakat kota Batam untuk tidak salah menafsirkan aturan tersebut sebagai upaya pelarangan ibadah.

“Karna pastinya aturan ini sudah melalui kajian dari pemerintah, maka sebagai warga negara yang baik, kita wajib mematuhi peraturan yang ada,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala KUA Galang, H. Hamdanis, menyampaikan bahwa dirinya yang berlokasi di wilayah Hinterland juga sudah meneruskan aturan tersebut kepada penyuluh agama Islam di Galang.

“Jadi penyuluh ini yang nantinya bertugas untuk menyampaikan SE ini ke pengurus mesjid di wilayah kerjanya,” tuturnya. (SOP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here