Tenaga Harian Lepas Pemko Batam Keluhkan Potongan THR Mereka ?

0
92

BATAM, INDEPENDENNEWS.COM — Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dari Pemko Batam telah dibayarkan kepada pekerja Tenaga Harian Lepas (THL) yang bekerja sebagai Tenaga Harian Lepas di Pemko Batam, Rabu (20/05/2020).

Seharusnya pembayaran THR ini menjadi berkah dan membawa kebahagian tersendiri bagi para pekerja THL yang sudah bekerja selama ini sebagai THL di Pemko Batam.

Namun sepertinya yang terjadi tidaklah demikian, meski THR sudah dibayarkan, tidak sedikit juga pekerja THL Pemko Batam yang mengaku kecewa dengan pembayaran THR yang sudah dibayarkan oleh Pemko Batam melalui Satker atau Dinas dari masing-masing pekerja.

Seperti yang diungkapkan salah seorang pekerja THL di Pemko Batam yang namanya tidak bersedia disebutkan.

Dirinya mengaku bekerja sebagai THL di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam. THR yang ia terima tidak sesuai dengan isi perjanjian yang disepakati saat awal dirinya bekerja sebagai THL di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam.

Menurutnya, di Satuan Kerja (Satker) tempatnya bekerja di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, bahwa THR dibayarkan secara merata kepada masing-masing pekerja THL sebesar Rp 2 juta rupiah per masing-masing pekerja THL.

“Kami dulunya ada perjanjian tertulis, bahwa gaji ke 13 atau THR yang akan kami terima seharusnya dibayar sesuai jumlah upah serupa bulan yakni sekitar Rp 2,9 juta rupiah.bDan disitu tidak ada tertulis bahwasannya perjanjian ini akan batal apabila ada bencana, longsor, huru hara, perang, tidak ada,” tambahnya.

Selanjutnya narasumber tersebut menjelaskan, bahwa perjanjian tersebut disepakati pada awal bulan Januari 2020.

“Perjanjian utu dilakukan pada awal Januari tahun 2020 ini. Cuma yang saya heran semua pekerja diam. Mungkin hitungannya bagi mereka kecil, tapi kalau dikalikan jumlah pekerja katakanlah 1 juta perorang, maka jumlahnya tidak sedikit,” keluhnya.

Menurut keterangan narasumber kepada wartawan, Rabu (20/05/2020) jumlah mereka yang bekerja sebagai THL di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air sebanyak 200 orang lebih. Maka menurutnya, jika dengan jumlah sekitar 200 orang lebih jumlah pekerja dengan potongan Ro 1 juta rupiah perorang, maka jumlah tersebut bukanlah jumlah yang sedikit.

Selain dari keluhan THL di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam tersebut, ada juga ditemukan postingan di Medsos dari salah seorang yang di duga bekerja sebagai pekerja Tenaga Harian Lepas (THL) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam.

Dalam postingan yang diposting sekitar hari Kamis, (21/05/2020) akun Jhonson’s menuliskan postingannya yang ditujukan kepada Walikota Batam.

“Asalamualaikum pak wali kota Batam,,. Aku mau tanya ni dikit masalah kerja kami di dinas lingkungan hidup, pas lagi musim korana ini, kami tetap kerja tanpa takut mati,,, udah lama kami kerja disini gak pernah dapat THR, pas tahun ini dapat THR, dipotong separuh lagi pak,,,🙏🙏,”tulis akun yang bernama Jhonson’s tersebut.

Dan belum diketahui secara pasti siapa pemilik akun tersebut. Namun berdasarkan postingan yang di Tujukan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, maka kuat dugaan bahwa pemilik akun Jhonson’s tersebut adalah pekerja di Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam.

Untuk mencari kebenaran dari informasi yang diterima wartawan dari pekerja THL di Pemko Batam tersebut, dan juga kebenaran dari postingan akun Jhonson’s tersebut, wartawan media ini mencoba melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Yus Masnur dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Jumat (22/05/2020), Hingga berita ini diunggah kadis terkait belum dapat dikonfirmasi.(Ls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.