Tangani Covid 19, 40 Dokter Garda Terdepan Posif Corona, 2 Meninggal Dunia

0
185

Tanjungpinang – Akibat penyebaran pandemi Virus Corona atau Covid-19 menyebabkan 40 orang dokter di Kepri dinyatakan positif Covid-19. Angka tersebut berdasarkan data dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepri untuk periode Maret-September 2020.

Dari 40 dokter yang positif Covid-19 itu, dua orang pejuang garda terdepan ini meninggal dunia. Sedangkan lainnya dinyatakan sembuh.

“Data IDI Kepri, 40 orang dokter ini 38 dinyatakan sembuh, 31 orang berada di Kota Batam, sisanya di luar Batam,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Mochammad Bisri di Tanjungpinang, Kamis pekan lalu dikutip dari brakata.

Ia mengatakan, dari 38 dokter yang sudah dinyatakan sembuh, beberapa di antaranya masih ada yang harus melakukan karantina mandiri di rumah.

Selain dokter, lanjut Bisru, selama periode Maret-September 2020, juga ada sejumlah perawat dan petugas umum di rumah sakit yang ikut terpapar virus corona. Untuk data pasti, Bisri mengaku masih mengumpulkan data dari organisasi profesinya.

Bisri mengatakan, para dokter dan tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu tidak semuanya terinfeksi ketika merawat pasien yang positif.

Ada yang terpapar dari pasien atau warga yang tidak memiliki gejala Covid-19 (Orang Tanpa Gejala (OTG) tapi ternyata sudah terserang virus tersebut.

“Makanya ada juga tenaga umum seperti petugas pendaftaran di rumah sakit yang terinfeksi. Mereka tertular ketika melayani warga yang datang untuk berobat. Rupanya yang dilayani itu terinfeksi Covid-19 tapi tidak bergejala atau OTG,” katanya.

Mengingat rentannya dokter, perawat dan tenaga medis lain terserang virus corona, Bisri mengimbau agar mereka lebih disiplin lagi dalam menggunakan alat pelindung diri (APD) saat bertugas.

Bisri menegaskan, Dinas Kesehatan Kepri menjamin APD yang diperuntukkan bagi dokter dan tenaga kesehatan di daerah itu saat ini jumlahnya sangat mencukupi.

“Minimal jika tidak menggunakan baju hazmat perawat dan petugas di bagian umum rumah sakit itu bisa lebih disiplin lagi dalam menerapkan protokol kesehatan. Seperti menjaga jarak, menggunakan masker yang benar dan memakai penutup wajah serta sarung tangan,” kata dia.

Sebagai informasi, salah satu dokter di Kepri yang positif Covid-19 dan meninggal dunia salah satunya adalah dr Syamsu Rizal. Ia tutup usia setelah beberapa hari dirawat di Rumah Sakit Awal Bros, Batam pada Sabtu (8/8/20) sekira pukul 22.30 WIB.

Berdasarkan catatan Gugus Tugas, almarhum yang merupakan dokter khitanan massal itu terpapar virus corona usai melakukan perjalanan ke Surabaya, Jawa Timur. Selain dokter, almarhum juga dikenal sebagai ulama yang punya dedikasi tinggi kepada masyarakat Kepri.

Semasa hidupnya, almarhum yang pernah menjabat Kepala Dinkes Kabupaten Lingga itu kerap menjadi imam masjid dan khatib shalat Jumat. Ia juga tercatat menjadi pengurus Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Batam.(**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here