Tak Terima Adiknya Dimaki dan Dikeroyok, Pria Ini Bacok Sekuriti Pake Golok

0
204
Foto : Konfrensi Pers

IndependenNews.com, Batam | Akibat sakit hati, seorang pria inisial AG (32) bersama adiknya DR (29) harus rela mendekam dibalik jeruji besi akibat tindakan penganiayaan kepada korban yang merupakan sekuriti di PT Sumber Marine Shipyard, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam.

Awalnya DR yang merupakan adik pelaku mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari sekuriti yakni ST. DR mengaku, karena masalah salah parkir, ia dimaki dan dikeroyok oleh sekuriti PT tersebut.

Usai kejadian itu, DR lalu melaporkan hal itu ke abangnya AG. Tak terima dengan perlakuan yang ditunjukkan sekuriti tersebut, AG lalu meminta adiknya DR membawanya ke PT tersebut untuk menghampiri ST yang saat itu sedang berjaga bersama rekannya EP.

Sesampai disana, AG lalu mengeluarkan sajam berupa parang dan mengarahkannya kearah ST. Korban lalu menepis parang tersebut dengan tangan kanannya, sehingga korban mengalami luka robek di tangan dan jari manisnya patah tulang.

“Usai membacok korban, pelaku lalu beranjak pergi dan melarikan diri bersama adiknya dengan menggunakan sepeda motor,” ucap Kapolsek Batu Aji, Kompol Daniel Ganjar saat menggelar konferensi pers, Kamis (24/02/2022).

Usai kejadian itu, pelapor yang merupakan isteri korban mendapat laporan dari EP bahwa suaminya ST mengalami penganiayaan dan sedang menjalani perawatan di RS Graha Hermine sekitar pukul 11.57 WIB dan langsung melaporkan hal tersebut ke Polsek Batu Aji.

Saat menerima laporan pada Sabtu, 19 Februari 2022 sekitar pukul 15.00 WIB, Tim Opsnal yang Dipimpin Kanit Sembiring langsung ke TKP di PT SMS, memeriksa rekaman CCTV, menginterogasi saksi dan mengumpulkan bukti yang ada.

“Kami juga melakukan penyekatan di depan pintu keluar Batam baik di Bandara dan Pelabuhan dengan koordinasi dengan Polsek Pelabuhan dan Bandara untuk mempersempit ruang gerak pelaku keluar dari Batam,” ucap Kompol Daniel.

Setelah mendapat bukti dan informasi yang cukup, pihaknya lalu melakukan penangkapan di kosannya di Kampung Bukit, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Batu Aji dan dibawa ke Mapolsek Batu Aji untuk penyelidikan lebih lanjut.

Diketahui sebelumnya bahwa DR baru bekerja selama 2 bulan dan diketahui baru saja dikeluarkan dari PT tersebut. Namun pihak kepolisian masih mencari informasi lebih lanjut apakah ada hubungan antara dipecatnya korban dengan kejadian tersebut.

“Saat ini kita masih mencari informasi lebih lanjut terkait penyebab dipecatnya DR, karena dia posisinya di Subcon, nanti kami juga akan mendalami lagi,” tuturnya.

Atas perbuatannya, pelaku AG dan adiknya DR dikenai pasal Pasal 351 ayat 2 Jo Pasal 56 ayat 2 KUHPidana dengan ancaman hukuman selama 5 tahun penjara. (SOP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here