Soal Isu Tudingan Covid 19 Propaganda Politik, Ini Penjelasan Walikota Rudi

0
365

BATAM, INDEPENDENNEWS.COM – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menampik soal tudingan yang dialamatkan kepadanya terkait situasi pandemi Covid-19 dijadikan propaganda politis. Tundingan tersebut membuatnya berang lantaran tenaga medis yang berjuang di garda terdepan dalam menangani pasien positif virus corona, juga disebut ikut bekerja sama mengarang jumlah penderita penyakit yang menyerang saluran pernapasan tersebut.

“Ada isu yang sengaja di enduskan yang menyebut Wali Kota dan tim medis sengaja merekayasa angka positif Covid-19. Saya kira tudingan itu hal yang tidak masuk akal. Mana mungkin Wali Kota melakukan itu, dosa besar jika saya melakukan itu,” ujar Rudi dalam dialog dengan 300 warga Bengkong Nusantara di Golden Prawn, Bengkong, Minggu (7/6/2020) pagi.

Awalnya, Rudi menyampaikan perkembangan Covid-19 di Kota Batam, kemudian menyinggung soal tudingan yang dialamatkan kepadanya yang saat ini berkembang di media sosial. Dia mengatakan bahwa isu tersebut adalah fitnah, sebab para tenaga medis yang selama ini bertungkus lumus dan bertaruh nyawa dalam merawat pasien Covid-19.

“Tim medis ini sudah bekerja ikhlas. Masih saja tega dituding macam-macam,” ujarnya.

Menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) Batam, lanjut Rudi, semua kebijakannya selalu menjadi objek politisasi, termasuk yang berkaitan dengan penanganan Covid-19. Karena itu, dia mengajak warga bijak menyikapi informasi yang beredar.

“Jangan sampai karena kebencian, membuat kita berlaku tak adil,” pesan Rudi yang juga menjabat Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam itu.

BACA JUGA : LKBH Makassar Desak Polda Sulsel Selidiki Dugaan Penyimpangan Bantuan Paket Sembako Pihak Swasta Rp24 Miliar

Dia juga sempat menyinggung kondisi ekonomi Batam yang terpuruk di masa pandemi ini akibat wisatawan tidak datang ke Batam. Salah satunya, lantaran wabah virus corona yang telah melanda kota ini sejak pertengahan Maret lalu.

“Karena itulah saya dari awal sangat konsen menangani Covid-19 agar cepat selesai. Sehingga Batam jadi satu-satunya daerah yang melakukan penyisiran, terlebih kita didukung oleh pengusaha,” terangnya.

Keunggulan Batam, sambug Rudi, Batam memiliki alat pengetesan Covid-19 atau Polymerase Chain Reaction (PCR) secara mandiri, sehingga dapat melakukan pengujian sendiri.

BACA JUGA : Reaksi Cepat Pemkot Bantu Korban Banjir Dapat Pujian Masyarakat

Meski begitu, Dia tetap berharap kasus positif Covid-19 terus berkurang dan yang dinyatakan positif agar cepat sembuh. Karenanya, masyarakat diminta untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 jelang new normal 15 Juni nanti.

“Kalau ini berjalan, maka tanggal 15 Juni sudah mulai bisa kita longgarkan. Tentu semua sangat bergantung pada masyarakat Batam secara keseluruhan. Kita harus bisa menjadi contoh dan guru buat diri sendiri dan lingkungan sekitar.”Pungkasnya. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here