Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Tebo, Terungkap Perdagangan Ijazah Sarjana SH dan SE Rp 30 Juta

0
277

TEBO, INDEPENDENNEWS.COM — Pengadilan Negeri Tebo kembali menggelar sidang perkara dugaan pemilikan Ijazah palsu milik Jumawarzih anggota DPRD Tebo, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi pelapor, pada Rabu (20/11/2019).

Sidang yang dipimpin oleh Armansyah Siregar.SH meminta para saksi untuk menjelaskan kesaksian atas kasus dugaan Ijazah palsu milik Jumawarzih.

Saksi Hamim SE, mengisahkan dalam persidangan, bahwa dirinya mengetahui awal terbitnya Ijazah Sarjana Hukum (SH) milik Jumawarzih dari Mira.

“Pada waktu itu juga saya ditawarkan Mira, bahwa ada tempat untuk mendapat Ijazah dengan cepat di Jakarta dengan biaya kisaran Rp 20 juta untuk gelar (SE) dan 30 jutaan untuk gelar (SH),” terang saksi Hamim, SE yang mengaku juga ikut membeli ijazah sumber yang sama

Lanjut Hamin, Saya juga dapat tawaran dari Mira, dengan hanya membayar sesuai pesanan gelar, untuk gelar sarjana SE Rp 20 juta dan gelar Sarjana SH Ro 30 jt, jika sudah dibayar maka bisa mengikuti wisuda dan mendapat Ijazah Sarjana.

“Mira juga meminta saya mengajak siapa yang minat Ijazah kilat tersebut, dan kemudian saya tawarkan kepada Jumawarzih,” Kata Hamim

Sementara itu, Saksi Ahmad Dawi dalam kesaksiannya menjelaskan dirinya juga mendapat Ijazah yang sama produknya dengan Jumawarzih, namun dirinya mengaku tidak pernah memakai Ijazah tersebut karena takut menjadi masalah.

“Saya mengerti yang Mulia, saya juga memiliki Ijazah seperti milik Jumawarzih, tapi saya tidak memakainya yang Mulia. Takut jadi masalah,” jelas Ahmad Dawi.

Selanjutnya Hakim meminta kesaksian saksi Mira Santina yang juga selaku eksekutor informasi untuk mendapat Ijazah kilat yang diduga milik Jumawarzih.

“Saya mendapat informasi itu dari teman satu kampung saya di Kerinci yang Mulia, namanya Eka dan profesinya kontraktor,” kata Mira menjawab pertanyaan Hakim.

Namun Mira mengelak saat ditanya Hakim apakah Mira mendapat keuntungan atau hadiah (fee) setiap dirinya merekrut orang untuk mendapat Ijazah tersebut.

“Tidak ada yang Mulia,” kata Mira menjawab Hakim.

Sontak, JPU Wawan Kurniawan keberatan dan mengatakan bahwa kesaksian Mira tidak sesuai Berita Acara Pemeriksaan BAP Kepolisian.

“Ibu ini bagaimana, pernyataan ibu kok beda dengan isi BAP polisi,” kata JPU.

Mendegar pertanyaan JPU, saksi Mira mengaku lupa dan meminta maaf kepada JPU.

“Maaf Pak, saya lupa,” jawab Mira.

Mendegar jawaban saksi Mira. JPU kesal dan mengigatkan saksi Mira tidak berbohong.

“Ini bukan lupa namanya, tapi tidak jujur,” kata JPU Wawan.

Liputan : Reporter Tebo. (HRF)
Editor : P.Sib

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.