Siapa Sebenarnya Wanita Berlaku Kasar dan Berani Tantang Gubernur Dan Juga Presiden Tanpa Sebab

0
159
Foto : Spanduk Larangan Buang Sampah Sembarangan di TPS Pasar Aviari , Kecamatan Batuaji , Batam

INDEPENDENNEWS.COM, Batam – Razia Perda Kota Batam nomor 11 tahun 2013 yang dilakukan oleh tim yang tergabung dari pegawai Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, pegawai Kecamatan Batu Aji, anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kota Batam, serta didampingi oleh Babinsa setempat, mempertontonkan sikap arogansi yang dilakukan oleh salah seorang oknum pegawai DLH Kota Batam terhadap warga.

Apa yang dilakukan oleh tim gabungan penegakan Perda Kota Batam nomor 11 tahun 2013 tentang sampah ini sepatutnya mendapat apresiasi dari masyarakat. Pasalnya, demi untuk menjaga kebersihan dan lingkungan yang bebas sampah, tim gabungan penegakan Perda Kota Batam ini harus rela bekerja diluar ruangan hingga dini hari.

Namun sangat disayangkan, kegiatan ini, justru harus ternoda dan mendapat malu akibat ulah dari salah seorang oknum petugas dari DLH Kota Batam yang terkesan arogan.

Oknum ini juga sempat mengeluarkan kata-kata umpatan yang diduga mengandung makna berunsur negatif kepada warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan dilokasi bagian belakang pasar Aviari Plaza, Batu Aji, Jumat (23/04/2021) dini hari.

Padahal sikap arogan seperti yang ditunjukkan oleh oknum tersebut seharusnya tidak perlu terjadi. Karena yang semestinya menjadi tugas tim adalah menegakkan sanksi Perda kepada pelanggar tanpa harus bersikap arogan dan memaki.

Sebagaimana diketahui, sikap arogansi dari oknum pegawai DLH Kota Batam ini muncul ketika salah seorang warga berpakaian Ormas, kedapatan membuang sampah secara sembarangan ditempat yang sudah dilarang membuang sampah.

Warga yang menggunakan pakaian salah satu Ormas tersebut sempat mencoba melakukan pembelaan diri atas tindakannya yang membuang sampah sembarangan.

Tidak terima dengan pernyataan warga yang terkesan melakukan pembelaan diri tersebut, membuat oknum pegawai DLH Kota Batam ini tiba-tiba marah dengan berkata kasar.

“Saya lagi bertugas bapak, tolong hargai kami. Saya resmi dari pemerintah bapak,” ucapnya.

Namun karena warga berpakaian Ormas tersebut berusaha menjawab, oknum pegawai DLH tersebut terlihat bertambah emosi sambil berkata-kata dengan nada sangat tinggi.

“Panggil pemerintahnya! Siapa? Panggil, tunjukkin sama saya, panggil, telepon! Ya sudah telepon, panggil majikannya,” bentaknya.

Saat warga tersebut berusaha memanggil majikannya dengan meminta kunci sepada motornya, oknum tersebut dengan nada membentak mengatakan, tidak bisa. “Tidak bisa! Jalan sana, panggil!,” bentaknya.

Lanjutnya lagi, “Jangan begitu, saya Pemerintah. Jangan ngeyel sama saya, jangan pikir saya bisa diatur-atur sama kalian. Kancoklah,” ucapnya.

Tidak hanya itu, tanpa sebab yang jelas oknum pegawai DLH Kota Batam ini juga tiba-tiba menantang Gubernur dan juga Presiden, padahal disana, baik pihak warga yang tertangkap membuang sampah tidak ada yang sedang membicarakan, atau sedang pamer bekingan.

“Gubernur bawa kesini! Jadi bukan apa-apa ya bapak-bapak, saya bisa keras kalau kalian ngeyel. Saya paling ringan, saya paling oke, saya paling enak. Tapi kalau kalian benturkan saya seperti ini, saya bisa ngamuk!,” ucapnya sambil memukul meja didepannya.

Katanya lagi, “Saya paling enak dilapangan, tapi kalau kalian seperti ini terus sama saya, ditekan terus sama saya, hajab kalian saya bikin. Mau Gubernur, Presiden, panggil saya! Ngerti Pak? Ngerti!,” bentaknya lagi.

Usai membentak-bentak warga, selanjutnya tim melakukan pendataan terhadap warga yang melakukan pelanggaran dengan cara memintai berupa foto copy atau foto KTP.

Mengenai sikap yang kurang terpuji, atau sikap yang terkesan arogansi dari oknum pegawai DLH Kota Batam tersebut, pimpinan DLH Kota Batam, Herman Rozie, dan juga Walikota Batam, HM Rudi, belum dimintai tanggapan.(Ls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here