Semakin Populer, Pasar Kamu Deli Serdang Sajikan Kuliner Khas Melayu dan Jawa

0
143
Foto : Pasar Kamu di Deli Serdang (T V)

Independennews.com, Deli Serdang | Pasar Kamu di Kabupaten Deli Serdang sumatera utara semakin populer dan semakin diminati oleh masyarakat. Keberadaan pasar wisata Kamu ini juga tergolong sangat unik.

Pasalnya, pasar kamu hanya beroperasi satu kali dalam satu minggu yakni pada hari Minggu saja , jika anda ingin menikmati kuliner khas melayu dan jawa seperti kue rasida, kue dangai, kue kekaras, kue lempeng torak, kue pulut panggang, kue makmur dan pulut kuning ayam panggang, tersedia di pasar kamu.

Anda yang hobby kuliner makan makanan khas melayu dan jawa, silakan dicoba mengu jungi pasar kamu. Jika ingin ke pasar kami ada ditantang dan mengharuskan anda berangkat pagi-pagi atau subuh atau paling telat tiba di lokasi pasar kamu pada pukul 07.00 WIB.

Kedatangan anda akan sia-sia apabila anda tiba di lokasi pasar kamu agak kesiangan, maka jangan harap anda dapat menikmati aneka kuliner tradisional yang tersedia disana karena operasi pasar kamu sudah tutup.

Pasar kamu beroperasi di jalan perintis dusun ll desa Denai lama Kecamatan Pantai Labu hanya buka pada hari Minggu, jarak nya sekitar 32 kilometer dari pusat kota Medan.

Pendiri pasar wisata Kamu Dedy Sofyan kepada awak media ini menyampaikan bahwa pasar kamu adalah singkatan dari Pekan Sarapan Karya Anak Muda (KAMU).

“Jarak pasar kamu dengan pusat kota meden sekitar 32 kilo meter, berada di jalan perintis dusun ll desa Denai lama kecamatan pantai labu,” ujar Dedy Sofyan

Lanjut Dedy, Pasar Kamu pertama kali dibuka pada 9 Agustus 2020 lalu, oleh kawan lama area (Komunitas Anak Muda Desa Denai Lama), beberapa bulan kemudian kawan lama area menggandeng masyarakat Sadar Wisata ( Masata ) deliserdang sebagai mitra pasar Kamu.

” Keberadaan Pasar Kamu layaknya pasar-pasar rakyat tradisional yang menjajakan penganan Tempo Doeloe dengan kuliner Melayu dan Jawa, sesuai mayoritas suku yang tinggal di kampung lama,”kata Dedy Sofyan, Sabtu (25/9/21)

Lanjut Dedy, Kampung lama berada dipesisir pantai timur Sumatera Utara ( dulu kerisedanan Sumatera timur) yang dikenal daerah konsentrasi puak Jawa dan Melayu.

“Kami menjalankan usaha bersama masyarakat dengan berbasis kebudayaan yang ada dikampung lama,”ucap Dedy yang pernah mengenyam pendidikan di sekolah tinggi ilmu komunikasi pembangunan (STIKP) Medan.

Latar belakang berdirinya pasar Kamu, kata Dedy berkat gagasan nya dan tiga kawannya, Solihin, Brahma Kumbara dan Ilham Kurniadi, mereka galau saat pulang kampung lama, saat itu kondisi anak muda disana bercitra negatif bagi sebagian orang.

“banyak dari anak muda di kampung lama tamat SMP atau SMA kemudian menjadi buruh tani, buruh kandang di peternakan ayam dan kebanyakan dari mereka kerja serabutan, selain pekerjaan tadi, mereka hanya bermain game yang tidak produktif.

Kemudian empat sekawan yang lama berkiprah dalam gerakan organisasi masyarakat sipil yang aktif berdiskusi untuk mengubah kondisi yang sangat memperhatikan, mereka memperhatikan area persawahan, sungai dan pantai sebagai sumber daya alam yang potensial untuk menjadi kegiatan agrowisata guna meningkatkan perekonomian masyarakat.

Saat itu, sambung Dedy, Pemerintah Kabupaten deliserdang menetapkan tiga kecamatan yaitu Kecamatan pantai Labu, kecamatan Percut SEI Tuan dan Kecamatan Sibolangit sebagai sentra pembangunan desa berbasis pariwisata, lantas Dedy dan kawan-kawan mempelajari regulasi untuk mewujudkan ide dan rencana.

“Hal itu dimaknai kawan-kawan untuk mewujudkan ide sentral kuliner khusus di hari minggu dan ini juga di dukung oleh Undang-undang no 5 tahun 2017 tentang kebudayaan sebagai dasar hukum untuk meningkatkan ketahanan budaya dalam pemberdayaan masyarakat,” ujar Dedy

Wisata kuliner tradisional di pasar Kamu, tambah Dedy, menjajakan kuliner khas Melayu dan Jawa, diantaranya kue rasida, kue dangai, kue kekaras, kue lempeng torak, kue pulut panggang, kue makmur dan pulut kuning ayam panggang yang sekarang sulit sekali mendapatkannya.

“Dulu kue-kue ini menjadi suguhan dalam ritual keagamaan maupun prosesi adat tertentu, seperti kenduri, perkawinan atau khitanan. Tapi dengan adanya pasar kamu, kita dapat memperoleh makan khas tersebut dengan mudah, jika ada masyarakat yang berminat dengan makanan kkas tersebut bisa datang ke pasar kamu.” Tutup Dedy (Tia Vanny)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here