Ruang Terbuka Hijau Bungo Habiskan Dana Ratusan Juta, Belum Bisa dimanfaatkan Warga

0
793

IndependenNews.com, Bungo — Proyek Ruang terbuka Hijau (RTH ) 2017 dikerjakan oleh Kontraktor asal Jambi jadi pertanyaan banyak pihak. Pasalnya, bangunan yang menggunakan anggaran APBN melalui Provinsi Jambi ini belum bisa di manfaatkan masyarakat karena sampai saat ini masih dipagar seng.

Ironisnya status lahan RTH ini di duga dalam sengketa, sebab sebelumnya lahan tempat RTH ini pernah digugat oleh Ahli Waris Almarhum Suar hingga sampai Ke makamah Agung ini di eksekusi oleh pihak Pemda Bungo pada bulan Mei 2017 lalu.

Namun, dalam eksekusi tanah lokasi tempat pembangunan RTH tersebut ternyata tidak melibatkan instansi dan institusi terkait baik pihak Kejaksaan negeri maupun pihak pengadilan negeri setempat dan tanpa ada pemberitahuan kepada ahli waris/penggugat.

Sementara itu, Badrianto pihak penggugat mengaku pernah mengatakan kepada pihak pengadilan negeri dan Kejaksaan negeri Muara Bungo dan mereka merasa kaget atas eksekusi tersebut tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu.

”Kami sudah tanya pihak panitera PN Muara Bungo ternyata tidak ada perintah eksekusi, ” ujar Badrianto ahli waris penggugat ( Almarhum Suar).

Seperti yang dilangsirkan Bungonews. com, Pertanyaan jika Pemda Bungo benar sudah mengantongi keputusan resmi dari Makamah Agung dan memiliki perintah eksekusi, ”MENGAPA Lahan TERSEBUT TIDAK DI EKSEKUSI SECARA KESELURUHAN”

bila ini terjadi artinya aset atas tanah tersebut sudah hilang karena tidak sepenuhnya di kuasai, lantas bagamana dengan anggaran pemeliharaan aset selama ini .

Sementara itu, Syafrial Agus ahli waris penggugat mengakui bahwa Pemda Bungo hanya mengambil tanah untuk RTH saja. Namun, selain lokasi RTH tidak disentuh.

”Ya kata nya cuma untuk lokasi taman saja bang, yang lain katanya tidak di ganggu, ” tutur Syafrial dikutip dari bungonews, Jumat (9/3/18)

Tuturnya juga, hingga saat ini Syafrial tidak mengetahui kelanjutan perkara dari tanah lokasi RTH tersebut, dan Syafrial mengatakan Surat Keputusan dari Makamah Agung ada, namun Eksekusi yang terjadi hanya sepihak.

“Sampai hari ini kami tidak tahu kelanjutan dari perkara tanah yang di gugat oleh ahli waris orang tua nya , katanya ada surat keputusan dari MA namun Eksekusi nya sepihak, ” tambah Syafrial.

Diminta kepada Aparat penegak Hukum untuk mengusut kebenaran dari dasar hukum eksekusi yang di lakukan oleh pemda Bungo secara sepihak tersebut.(dar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here