Resmikan Pangkalan TNI terpadu, Hadi Tjahjanto : TNI Penjaga Kedaulatan dan Keutuhan NKRI

0
168

Natuna, Independennews.com — Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto lakukan kunjungan kerja ke Natuna dalam Rangka Peresmian Pangkalan TNI Terpadu dan Rumah Sakit Integrasi TNI di Wilayah Kabupaten Natuna, Selasa 18 Desember 2018.

Kunjungan panglima ke Natuna didampingi ibu Marsekal Hadi, Kasad Jendral TNI Andika Perkasa beserta Ibu, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji beserta Ibu, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna beserta Ibu, Ketua DPR RI Bpk Bambang Soesatyo, Ketua DPD RI Bpk Oesman Sapta.

Hadir dalan Penyambutan Panglima TNI dalam kunjungannya yakni Mayjen TNI MS. Fadilah (Pangdam I/BB) beserta Ibu, Irjen Pol Andap Budhi Revianto (Kapolda Kepri) , Brigjen TNI Gabriel Lema (Danrem 033/WP), Nurdin Basirun (Gubenur Kepri ), Abdul Hamid Rizal (Bupati Natuna), Kolonel Cpm Sudarma Setiawan (Danpomdam I/BB), Kolonel Pnb Prasetya Halim (Danlanud Raden Sadjad), Letkol Inf Yusuf Rizal (Dandim 0318/Ntn) beserta Ibu, AKBP Nugroho Dwi Karyanto (Kapolres Natuna) beserta Ibu.

Pelaksanaan Kunjungan Bhaksos di RS Integrasi, panglima melakukan pemeriksaan sejumlah unit pelayanan RS diantaranya Poli Bedah yang melakukan Operasi Katarak, Khitanan, penyuluhan Kaki palsu. Pemberian Donasi, meninjau penyuluhan Kesehatan dan pemberian Doorprice, kemudian dilanjutkan pemeriksaan Poli Mata, Poli Kulit, Poli Gigi.

Pada acara itu, Panglima TNI juga memimpin upacara Peresmian Satuan TNI Terintegrasi di Faslabuh Selat lampa. Sekaligus Pembacaan Keputusan Panglima tentara nasional Indonesia dan Penandatanganan prastasi oleh inspektur upacara.

Pada kesempatan itu, Panglima TNI Hadi Thjahjanto menyampsikan amanahnya, bahwa peresmian Satuan TNI Terintegrasi Natuna, yang dalam perencanaannya dahulu kita sebut sebagai Pangkalan TNI Terpadu.

“Terdapat perbedaan nomenklatur diantara ketiga Angkatan, dimana TNI AD tidak mengenaI istilah pangkalan, sehingga diputuskan Pangkalan TNI Terpadu diubah menjadi Satuan TNI Terintegrasi.

Peresmian Satuan TNI Terintegrasi Natuna ini merupakan langkah finalisasi, salah satu program perencanaan strategis jangka menengah, untuk membangun kekuatan TNI yang diharapkan mampu memberikan daya tangkal (detterence effect), terhadap ancaman khususnya di perbatasan.

Peresmian Satuan TNI Terintegrasi Natuna ini, juga merupakan perwujudan kontinuitas . Terintegrasi akan terus dilanjutkan di pulau pulau strategis lainnya sesuai tahapan pembangunan di Renstra berikutnya.

Dapat saya sampaikan kepada seluruh hadirin dan peserta upacara, bahwa Satuan TNI Terintegrasi dibangun atas gagasan dan tujuan sebagai berikut: Pertama, kita sama-sama memperhatikan bahwa situasi geopolitik di kawasan Asia Pasifik khususnya di Laut China Selatan, beberapa tahun belakangan ini menunjukkan peningkatan eskalasi.

Meskipun Indonesia bukan claimant state dalam masalah perebutan wilayah di kawasan Laut China Selatan, namun demikian ada batas-batas maritim Indonesia yang bersentuhan dengan klaim negara lain.

Oleh karena itu, TNI sebagai penjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI, sangat berkepentingan untuk terlibat Iangsung dalam pengamanan perbatasan.

Kedua, bahwa pembangunan kekuatan pertahanan untuk membangun daya gentar tinggi hanya bisa dilakukan secara efektif di masa damai.

Pembangunan fasilitas, sarana prasarana dan alutsista di Satuan-satuan TNI, membutuhkan perencanaan dan proses yang cukup panjang. Namun demikian mengingat urgensi dan dinamika perkembangan di kawasan, maka pembangunan Satuan TNI Terintegrasi di Natuna mendapat prioritas utama.

Ketiga, wilayah Kepulauan Riau khususnya perairan Natuna, menyimpan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, yang harus dijaga, diamankan sekaligus dikelola dan dilestarikan. Melalui program Nawacita, Presiden RI menggariskan strategi pembangunan yaitu membangun dari pinggiran. Pembangunan tidak Iagi bersifat sentralistik di perkotaan, tetapi lebih diarahkan secara desentralistik asimetris. Pembangunan diIakukan secara merata, mengutamakan wilayah perbatasan, dan disesuaikan dengan karakteristik wilayah tersebut.

Keempat, Satuan TNI terintegrasi juga memiliki fungsi timbal balik terhadap kehidupan masyarakat. Di satu sisi keberadaan dan operasional TNI membutuhkan daya dukung wilayah. Di sisi Iain keberadaan TNI juga diharapkan dapat merangsang pertumbuhan ekonomi wilayah, melalui jaminan keamanan dan lalu lintas barang kebutuhan prajurit TNI beserta keluarganya.

Kelima, Satuan TNI Terintegrasi merupakan representasi konsep kemampuan interoperabilitas TNI, yang saat ini sedang giat-giatnya dibangun. Ancaman dan tantangan yang harus dihadapi bangsa ini akan terus berevolusi, sehingga tidak ada satu pun komponen bangsa yang berdiri sendiri.

Satuan TNI Terintegrasi saat ini masih berupa embrio, yang terdiri dari satuansatuan TNI AD yaitu Batalyon Komposit diperkuat oleh Kompi Zeni Tempur, Baterai Rudal Artileri Pertahanan Udara dan Baterai Artileri Medan.

Dari TNI AL selain Pangkalan TNI AL, juga terdapat Kompi Komposit Marinir dan berbagai fasilitas pelabuhan, untuk mendukung operasional kapal perang TNI AL, yang beroperasi di sekitar perairan Natuna.

Sedangkan Pangkalan Angkatan Udara TNI AU dilengkapi berbagai fasilitas, seperti hanggar integratif dan hanggar skuadron UAV, untuk mendukung operasional pesawat udara TNI. Selain itu juga dilengkapi dengan mess dan rumah sakit integratif, untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh prajurit TNI di Natuna.

Satuan TNI Terintegrasi Natuna masih akan terus berkembang, sesuai peningkatan eskalasi ancaman. Perencanaan ke depan, dimungkinkan untuk menyempurnakan Satuan TNI Terintegrasi, menjadi organisasi permanen 66 terintegrasi dalam satu komando, dan dilengkapi dengan sistem kendali operasi berbasis kemampuan

network centric warfare.

Sebagai kelanjutan dari pembangunan Satuan TNI Terintegrasi ini, saya menginstruksikan kepada para pejabat TNI, sebagai berikut:

Pertama, kepada para Kepala Staf Angkatan, agar terus melanjutkan pembinaan satuan, personel, dan materiil Satuan TNI Terintegrasi Natuna, sehingga setiap saat siap dikerahkan untuk melaksanakan operasi militer.

Kedua, kepada para pejabat Staf Umum Mabes TNI agar terus mengevaluasi dinamika perkembangan ancaman, konsep operasi yang relevan, mekanisme dukungan logistik terpadu, kemampuan sistem kendali operasi, serta evaluasi organisatoris untuk melihat perlunya validasi Satuan TNI Terintegrasi di masa mendatang.

Pada kesempatan ini, saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ketua DPR RI, Ketua DPD RI, Ketua Komisi I DPR RI, dan Menteri Pertahanan serta Kementerian dan Lembaga terkait, atas dukungan secara kelembagaan sehingga pembangunan Satuan TNI Terintegrasi dapat terlaksana sesuai harapan.

ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pejabat kewilayahan, Gubernur Kepulauan Riau dan Bupati Natuna, para mitra kerja dari kalangan militer maupun sipil, para Tokoh Agama, Tokoh Adat, dan Tokoh Masyarakat, yang telah mendukung terbentuknya Satuan TNI .

Usai meresmikan pangkalan TNI tersebut Pesawat Panglima TNI Take Off dan kembali ke jakarta, Mengunakan Pesawat TNI-AU/ A-7305. (Firman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.