Renni Musliyenti Penderita Penyakit Skoliosis, Berharap Dapat Uluran Tangan Pemerintah

0
1321
Poto : Renni Musliyenti penderita penyakit Skloliosis Warga Kavling Seraya Batuaji Baru, Batam (dok)

Batam-Renni Musliyenti (16) tahun penderita penyakit Skoliosis, Kelahiran Batam, 20
Maret 2001, berpengharapan bisa hidup normal sebagaimana teman sebanyanya.
Putri dari Bapak Muslim (47) dan Ibu Yusmayeni (45), warga Kavling Seraya,
Batuaji Baru, Batam. Selaku orang tua tententunya juga berharap anaknya bisa
hidup sehat jasmaniah.

Yusmayeni orangtua Reni penderita penyakit Skolasis ini, Saat dijumpai awak
media ini di Rumahnya, Kavling Seraya, Batauji, Batam, Selasa (31/1/17)
menuturkan bahwa kondisi tubuh reni sejak bayi kelihatan normal layaknya
seorang bayi memiliki fisik sehat dan normal.

“Namun ketika menginjak pada usia 13 tahun anggota tubuh Reni mulai
membengkok, seiring berjalannya waktu hingga Reni duduk dibangku sekolah SLTP
kondisi tubuh Reni semakin membengkok.” Ujar Yusmayeni

“Selaku siswa yang duduk di bangku Sekolah SLTP, Reni berkeinginan dan
berusaha mencari informasi lewat internet untuk penyembuhan kondisi tubuh
yang semakin hari kian membengkok. Menurut informasi yang didapat Reni lewat
internet bahwa penyembuhan penyakit skoliosis yang dideritanya bisa dilakukan
lewat operasi atau pemasangan pen pada tulang rusuk yang tidak dimiliki reni,
sebagaimana manusia normal.

Berdasarkan informasi yang didapat Reni melalui internet itu, Orang tua Reni
membawanya ke Puskesmas Kavling baru untuk memperoleh Rujukan ke Rumah sakit
Otorita Batam (RSOB) Sekupang, Menurut keterangan Medis atau dokter RSOB,
penyakit skoliosis yang diderita Reni masih bisa disembuhkan dengan operasi.

“Lalu dokter RSOB menyarankan agar Reni di rujuk Ke Rumah Sakit Cipto
Magunkusumo (RSCM) Jakarta. Atas saran dokter dan berdasarkan rujukan yang
diberikan rumah sakit RSOB, Orang tua reni membawanya ke RSCM pada Senin
tanggal 24 November 2015 Pukul 08.47 WIB saat itu, kata Yusmayeni anaknya
telah dilakukan pengecekan atau Rongsent jantung dan paru dengan hasilnya
kondisi paru paru dan jantung reni baik.

Tim Medis RSCM menyarankan kedua orang tua Reni kembali ke Batam sambil
menunggu jadwal operasi sebagai pesien kelima, kata Yusmayeni menirukan
saran dokter. Tetapi setelah menunggu selama 7 bulan belum ada informasi dari
Tim Dokter RSCM untuk penjadwalan operasi Reni.

“Lalu orangtua Reni yang mengaku Anaknya Peserta BPJS Kesehatan/ JKn dengan
Nomor kepesertaan 0001831393563, belum dijadwalkan dokter RSCM karena berkas
Reni hilang karena alasan yang diterima orang tua Reni, dokter yang
menanganinya berganti, dan selanjutnya Tim Dokter RSCM menganjurkan orang tua
Reni untuk mendaftar ulang, yang kemudian Reni bersama orang tuanya kembali
ke Jakarta atau RSCM berdasarkan Saran dokter RSCM tersebut, disanggupi oleh
Orang tua Reni, pada hari Sabtu tanggal 30 Mei 2016, melakukan kunjungan
balik ke RSCM untuk memperoleh penjadwalan ulang tindakan operasi kepada Reni
yang merupakan tindakan yang sangat ditunggu reni.

Meskipun sudah dua kali melakukan pendaftaran di RSCM, bahkan sudah hampir 2
tahun atau sampai saat ini, Januari 2017 belum ada tanda tanda ataupun
informasi dari Tim Dokter RSCM penjadwalan operasi kepada Reni. Hal itu
membuat Reni pasrah meskipun kondisi penyakit yang diseritanya semakin parah.

Reni sendiri mengaku akibat tubuhnya yang semakin hari semakin membungkuk
membuatnya seksak nafas, bahkan mengganggunya saat mengukiti kegiatan belajar
mengajar di sekolah ataupun untuk kegiatan lainnya.

“Saya sesak napas om, kondisi fisik saya semakin hari semakin membungkuk,
saya pingin sekali secepatnya di operasi agar tubuh saya bisa normal ataupun
sehat sebagaimana manusia normal.”Pinta Reni

“Doter RSOB yang memeriksa saya, mengatakan bahwa penyakit Skoliosis bisa
sembuh melalui operasi dengan menanam pen pada bagian tulang yang tidak
memiliki rusuk,”Katanya Berharap.

Sementara itu, Orang tua Reni berharap agar pemerintah kota batam maupun
pemerintah Provinsi Kepri bisa membantu mereka dalam proses operasi anaknya.
serta mendesak Pihak Rumah sakit Cipto Mangunkumo segera menjadwalkan operasi
kepada Reni siswa Kelas 1 SMA Negeri 17 itu. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.