Ratusan Pukat Trawl Tetap Beroperasi, Masyarakat Nelayan Tradisional Pertanyakan Kenerja KKP

0
213

BELAWAN, Masyarakat Nelayan tradisional Belawan menyayangkan sikap Kepala PPSB (Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan) Hendris Maruli Batubara. Pasalnya pernyataan yang dilontarkan Maruli Batubara pada Senin 19 Oktober 2020 yang mengatakan tidak pernah melihat aktivitas pukat trawl di perairan Belawan.

Pernyataan yang dilontarkan Maruli Batubara tersebut mengundang reaksi dikalangan Nelayan tradisional karena pernyataan Maruli Batubara sangat kontras tidak memihak kepada kaum nelayan serta melukai perasaan masyarakat nelayan. Pada kenyataannya bahwa para nelayan Tradisional Belawan kerap memergoki aktivitas pukat Trawl.

Pernyataan tersebut juga mengundang keraguan masyarakat nelayan tradisional terhadap Kinerja pengawasan dari pihak Kementerian-kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Perairan Belawan. Karena masyarakat nelayan tradisional Belawan kerap menemukan aktivitas pukat trawl.

Selain itu pernyataan Kepala PPSB ini juga sangat membingungkan masyarakat nelayan pesisir Belawan yang menganggap penyataan Maruli Batubara berblik 360 derajat dengan nada bahwa,”Pukat trawl tak ada beroperasi di Belawan, kalau ada laporkan ke Kamla atau ke Polairud.

Menanggapi penyataan Kepala PPSB (Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan), Salah seorang nelayan tradisional, Emi warga Belawan kepada media ini mengatakan, bahwa kapal pukat trawl itu benar ada yang beroperasi.

“Saya melihat langsung dengan mata kepala kalau pukat trawl beroperasi di laut,” ucap Emi ketika berada di pelabuhan Gabion Belawan.

Sementara itu, Aktifis nelayan tradisional Rahman Gafigi mengatakan, dianggap ada pembiaran oleh pihak keamanan laut serta diduga ada penerimaan upeti yang mengalir dari para pemain pukat trawl sehingga aktivitas kapal pukat trawl tetap saja berjalan.

“Kami sebagai Masyarakat nelayan menduga adanya upeti yang mengalir kepada pihak keamanan di laut dari para pengusaha kapal pukat trawl sehingga mereka (pengusaha,red) bisa leluasa beraktivitas dilaut, bahkan meraka merasa nyaman melakukan aktivitas penangkapan ikan dilaut dengan menggunakan Pukat Trawl,” kata Rahman Gafigi kepada wartawan melaui telepon selularnya. Tim idr/ok/zl

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here