RAPAT TIM TERPADU PENGAWASAN PEREDARAN DAN PENJUALAN MINUMAN BERALKOHOL KKA TA 2018

0
603

IndependenNews.com, Anambas –Danpomal Lanal Tarempa/Kapten Laut (PM) Rahmad Eko Nugroho mewakili Komandan Lanal Tarempa menghadiri “RAPAT TIM TERPADU PENGAWASAN PEREDARAN DAN PENJUALAN MINUMAN BERALKOHOL KKA TAHUN ANGGARAN 2018″, Kamis (12/4/18) Pukul 09.00 WIB.

Rapat ini dihadiri Staf ahli bid. Ekonomi dan pembangunan selaku pimpinan rapat Asmarullah, Kabid Perindustrian
Joehanes, Kapten Laut (PM) Rahmad Eko Nugroho, Lanal Tarempa, Kasi Penegak Perda Satpol PP Suhaemi , Kasi Hukum Satpol PP Maman Faruk, Koramil 02 Tarempa Serda Brandes, Disparbud Yoel Wijaya, Dinas Kesehatan Samad.

Pelaksanaan rapat tersebut berdasarkan beberapa hal yakni Kep Bupati KKA Nomor 92 thn 2018 ttg Tim Terpadu Pengawasan Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol Kab. Kep. Anambas tahun anggaran 2018 , serta Kep Kadis Koperasi dan Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Nomor 05.a thn 2018 tentang penunjukan Tim Pelaksaan Terpadu Pengawasan Peredaran Penjualan Minuman Beralkohol di Kab. Kep. Anambas thn 2018

Dalam kesempatan itu, Staf ahli bid. Ekonomi dan pembangunan selaku pimpinan rapat Asmarullah menyampaikan, Bahwa berdasarkan Permen Perdagangan No. 20/M-DAG/PER/2014 tentang pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Permendag No 06/M-DAG/PER/4/2015 ttg perubahan kedua atas Permendag No 20/M-DAG/PER/4/2014 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol.

Maka perlu di lakukan pengawasan untuk mengawasi peredaran dan penjualan minuman beralkohol dengan membentuk Tim Terpadu Pengawasan Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol.

Selanjutnya, diharapkan kepada tim yang telah dibentuk agar bekerja seoptimal mungkin dan saling bekerja sama guna melakukan pengawasan terhadap peredaran minuman beralkohol khususnya di wilayah Anambas.” ucapnya

Sementara itu, Kabid Perdagangan Diskoperindag Joehanes menyampaikan beberapa hal terkait pelaksanaan kegiatan, Tim terpadu akan bekerja sesuai SOP yang telah disepakati yaitu lebih mengarah pada pengawasan, peringatan dan penindakan.

” Dalam kegiatan pengawasan, tim melakukan monitoring terhadap jumlah minuman beralkhohol yang masuk serta mendata siapa pelaku penjual, pendistribusi serta gudang/toko yang menyimpan minuman tersebut. Selain itu, perlu diketahui juga darimana asal distribusi minuman tersebut sehingga dapat ditempuh langkah cegah dini. “ujarnya

Lanjutnya, Joehanes mengatakan, Sebagai persoalan awal yang perlu diketahui bersama, bahwa untuk penjualan minuman beralkohol di wilayah anambas hanya di Pulau Bawah yang memilki izin penjualan dan peredaran minuman beralkohol.

Sementara untuk kios / toko yang ada di anambas belum ada yang mendapatkan izin penjualan serta peredaran minuman beralkohol sehingga perlu untuk diberikan pemahaman serta peringatan terkait perizinannya.

” Ketika pendataan dan pengawasan telah dilaksanakan maka Tim akan memberikan peringatan. Adapun peringatan tersebut terkait pendistribusian, penjualan, pengedaran dan perijinannya sehingga kios / toko yang sudah melakukan penjualan minuman beralkohol tidak mengalami kerugian akibat melanggar peraturan yang telah ada terkait perijinan penjualan minuman beralkohol.” jelasnya

Lebih jauh Joehanes membeberkan, Apabila pada batas waktu peringatan yang telah diberikan tidak dilaksanakan oleh para pelaku usaha penjualan minuman beralkohol, maka dengan berkoordinasi dengan pihak TNI dan Polri serta Satpol PP akan dilakukan tindakan perampasan dan eksekusi barang bukti berupa minuman beralkohol.

” Adapun pelaksanaan perampasan dan penyitaan minuman alkohol tersebut, Tim terpadu tetap berpegang pada SOP yang berlaku sehingga kedepan pengusaha / palaku usaha segera menyelesaikan perijinan usaha penjualan minuman beralkohol.” ujarnya

Dinas Kesehatan Anambas Samad mengatakan , bahwa Kadar minuman alkohol yang boleh diedarkan dikalangan masyarakat bebas yaitu minuman dengan kadar alkohol di bawah 4 % yang tidak menimbulkan efek hilangnya kesadaran sesorang.

“Minuman yang memiliki kadar alkohol tinggi diatas 4%, penjualan hanya diperbolehkan ditingkat supermarket atau hotel berbintang terutama minuman alkohol kelas A,B,C yang memiliki kadar alkohol diatas 10%.” Ujarnya

Samad menambahkan, Dinas kesehatan dalam Tim Terpadu akan melaksanakan pengecekan terkait kandungan alkohol yang ada serta berkoordinasi dengan BPOM terkait kadar serta kandungan lainnya.

Tim Terpadu Pengawasan Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol Kab. Kep. Anambas tahun 2018 berdasarkan Kep Bup KKA No 92 thn 2018 tgl 29 Januari 2018 yakni :

1. Bupati Anambas selaku Pembina
2. Wabup Anambas selaku Pengarah
3. Sekretaris Daerah Anambas selaku Penanggung jawab
4. Kadiskop dan UMPP sbg Ketua pelaksana
5. Kasatpol PP Anambas sbg Sekretaris
6. Danlanal Tarempa, Pabung Kodim 0318/Natuna dan Polres Anambas sbg Koordinator
7. Anggota PNS terdiri dari :
– Kabid Perdagangan Diskop UMPP
– Kabid Yankes SDM Dinas Kesehatan
– Kabid Objek dan Sarana Wisata Disparbud
– Kasi bina pasar dan pelayanan Usaha Diskoperindag
– Kasi Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Diskoperindag
– Kasi Opsdal Satpol PP
– Staf bid. Perdagangan Diskoperindag
8. Anggota Non PNS :
– Staf bid perdagangan Disperindag
– Satpol PP

(Firmandani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here