Rahman Sebut Pilkades Air Panas Sungai Abu Sesuai Aturan dan Berjalan Baik

0
479

KERINCI, INDEPENDENNEWS.COM — Pemilihan Kepala Desa Serentak di Kabupaten Krinci pada tanggal 26 Desember 2019 lalu menimbulkan polemik ditengah masyarakat, bahkan sejumlah pendukung calon melakukan aksi demo dikantor Dinas pemberdayaan Masyarakat dan Desa ( DPMD) Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi, pada Senin (20/01/2020) kemaren.

Adapun Pemilihan kepala desa yang berujung pada diskeperyaan hasil pemilihan kepala Desa terjadi di Desa Air Panas Sungai Abu, Kecamatan Air Hangat Timur, yang mana para pendukung dari Tiga Calon merasa tidak puas dengan hasil perhitungan suara Pilkades tersebut.

Hal itu menyulut pendukung dari tiga calon melakukan Aksi Demo di kantor DPMD Kabupaten Kerinci.

Menanggapi Aksi protes dari tiga calon, Kades terpilih, Rahman kepada Media Independennews, pada Rabu (21/01/2020) di kediamannya mengatakan, demo yang lakukan oleh puluhan masyarakat Air Panas Sungai Abu itu sah sah saja.

Sebab, Kata Rahman, dalam pertarungam pemilihan kepala Desa tentu ada yang menang dan yang kalah.”kita harus berjiwa besar.”cetusnya

Lanjut Rahman, perlu saya jelaskan pada pemilihan Pilkades yang dilaksanakan pada tanggal 26 Desember 2019, tidak ada masalah.

“Saya sebagai Calon Kepala Desa hanya menerima Hasil yang ada, kalau ada hal-hal yang tidak diinginkan itu diluar sepengetahuan saya,” ucapnya

Sementara itu Hasil Pilkades, Kata Rahman yakni No Urut 1 perolehan suara 181, No Urut 2 Perolehan Suara 152 No Urut 3 Perolehan Suara 39 dan No Urut 4 Perolehan Suara 173.

“Kebetulan angka pemilih terbanyak kebetulan ada pada saya No Urut 1 (Satu).”katanya

Terkait statusnya sebagai THL ( Tenaga Harian Lepas), menurutnya, sesuai dengan kontrak kerja atau surat Perjanjian Pejabat Pembuat Komitmen (PPPK) dari Dinas Pertanian Provinsi Jambi melalui sumber daya manusia (SDM) pertanian, dalam hal itu telah dibunyikan bahwa saya tidak menuntut untuk diangkat menjadi PNS, ASN dan P3K.

“”Selanjutnya kalau ada hal- hal yang meragukan saya atau melanggar Aturan Perda No 8 Huruf (H) tidak Status ASN, PNS, P3K dan saya berpedoman kontrak saya, bahwa saya diluar koridor tersebut.”tegasnya

Rahman menambahkan, bahwa Kontrak dirinya sebagai THL telah habis masa waktu kerja atau hanya sampai bulan November 2019. Dan untuk Kontrak 2020 ini saya tidak melanjutkan.” pungkasnya

APENDI YAHYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here