PT SAR Tak Sanggupi Permintaan Warga, Negosiasi Gagal Maning

0
120

INDEPENDENNEWS.COM, LINGGA –Negosiasi kopensasi PT Suprime Alam Resorces ( SAR ) perusahaan penambangan timah laut dengan masyarakat desa posek kecamatan kepulauan posek kabupaten lingga belum mencapai kesepakatan, meskipun pihak perusahan sudah berulang kali melakukan pertemuan dengan masyarakat desa.

Pertemuan yang kesekian kalinya belum juga ada titik terang walaupun pertemuan antara PT SAR dengan warga didampingi staf ESDM dan BLH provinsi kepri. Negoisasi dan sosialisasi tersebut dilaksanakan, pada rabu (15/5/2019) kemarin berlangsung di ruang pertemuan kantor desa posek.

Sayangnya pertemuan yang digelar ini hanya di hadiri satu dusun Saja, yakni Dusun satu posek saja sedangkan masyarakat Dusun Dua Teloh Nipah dan Dusun Tiga Bangsal enggan menghadirinya dengan alasan, “percuma saja hadir kalau keinginan masyarakat tak bisa di penuhi perusahaan.”

Sebelumnya, Kehadiran perusahaan tambang timah laut ini sempat di tolak warga, mengingat ijin oprasional yang di kantongi perusahaan ini masuk dalam wilayah arial tangkap nelayan.

“Sejak awal masyarakat menolak keras perusahaan tambang PT SAR masuk ke wilayah mereka, pertemuan ini hanya sia-sia saja, sebab mereka tak mengantongi ijin, dan batas operasinya mulai 4 mill dari bibir pantai dengan ijin wilayah administrasi operasional 14 ribu Ha ” kata Junan salah seorang tokoh masyarakat desa

Pemberian ijin kepada PT SAR, kami sebagai warga sangat prihatin, mengingat wilayah PT SAR mesuk pada wilayah tangkapan nelayan. Kami para nelayan mencari makan di laut ini, saya berpikir kedepan, serta bagaimana dampak yang akan ditimbulkan bekas tambang, serta bagaimana nasip nelayan di kawasan ini kedepannya, apakah mereka juga berpikir, kalau perusahaan memulainya dari laut batu putih hingga laut alang tiga sana, sedangkan tempat mencari makan disitu, dari hari ke hari, bulan kebulan, tahun berganti tahun.” tutur Junan

Tidak hanya nelayan desa posek, bahkan banyak nelayan yang menggangtungkan hidup mencari nafkah di laut di sekitar sini, ada banyak nelayan lainnya, seperti nelayan Desa Sungai buluh, desa penuba, tanjung dua, tanjung lipat, pulau serak dan nelayan dari alang tiga mencari makan di disini.

Tidak ada jalan lain untuk mencegah, silahkan saja PT SAR beroperasi asalkan mau saling bernegosiasi menerima usulan dari masyarakat seberapa besar kopensasi yang diminta masyarakat dua dusun tersebut, seperti yang di usulkan pada saat in.i

“Kopensasi 50 juta rupiah perkepala keluarga dan setiap bulannya lagi perusahaan membayar 5 juta rupiah per kepala keluarga, itu di bayar lunas tidak boleh hutang,” tegasnya

Menyinggung soal batas operasi yang juga di keluhkan warga, Kasi verifikasi dan pemantauan perizinan Dinas Penanaman Modal dan pelayanan terpadu satu pintu Provinsi Kepulauan Riau, Rocky Hartono MN, dikonfirmasi media ini masih ditempat yang sama, mengatakan, tidak mungkin nelayan melaut hingga mencapai batas 4 mill, kecuali dengan kapal kapal tangkap yang besar,”tutup nya ( juhari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.