PT. Medco E&P Natuna dan PT. Premier Oil Gelar Rapat Penyampaian Laporan Amdal ke Lintas Dinas Anambas

0
1292

Independennews.com, Anambas – PT. Medco E&P Natuna Ltd. (MEPN) dan PT. Premier Oil menggelar rapat penyampaian Laporan izin lingkungan bersama tim Amdal dari lintas Dinas di Kabupaten Kepulauan Anambas, Rapat tersebut digelar, Jumat (11/5/18) di Hotel Anambas Iin jalan Takari Desa Tarempa Barat.

Laporan yang disampaikan perusahaan Migas ialah Laporan perusahaan PT. Medco E&P Natuna Ltd.(MEPN) dan PT. Premier Oil dalam kurun waktu semester 2 tahun 2017.

Rapat ini di pimpin langsung Kepala Bidang Lingkungan Hidup Melyanti Syahrial Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup( DISHUBLH) Pemkab Anambas dan turut dihadiri oleh tim Amdal lintas dinas, Dian Tamalia dari Dinas kesehatan, Lilik Dinas Kependudukan, Wahyu Dinas Perikanan.

Saat itu, Melyanti Syahrial berpesan kepada para pihak perusahaan migas agar terus melaksanakan program Adiwiyata di beberapa sekolah di Anambas yang memberikan manfaat bagi pelajar anambas.

“Kami berharap agar bisa berbagi ke sekolah lain, supaya pelajar yang lainnya juga bisa merasakan program adiwiyata yang di berikan oleh Medco,” ucap Melyanti penuh harap.

Sementara, Wahyu dari Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Anambas menjelaskan sejumlah program yang telah berjalan, diantaranya rumput laut, namun kondisi saat ini para petani budidaya rumput laut mengalami kendala dibidang pemasaran.

“Kendala bagi nelayan budidaya rumput laut saat ini adalah dibidang pemasaran, Kami berharap semoga pihak Premier Oil bisa membantu mencarikan jalan keluar sehingga para petani rumput laut tidak mendapatkan hambatan didalam pemasaran dan masalah para petani selama ini bisa teratasi”ungkap Wahyu.

Pada kesempatan itu, Erry Prihantono Deputy Manager Field Goverment Relation PT. Medco memaparkan laporan semester 2 di tahun 2017 yang kemudian dilanjutkan penyampaian laporan Corporation Sosial Responbility oleh Saiful Bakhtiar selaku Field CSR Medco terkait kegiatan CSR pada program ekonomi pengembangan balai benih ikan.

“Ditahun 2017 kita fokus di industri ikan Kerapu, setelah target tercapai kita akan mengembangkan industri lainnya, target kami ditahun 2023 Anambas menjadi sentra industri Ikan Kerapu,” Papar Saiful.

Dalam persentase dikatakan bahwa Pengolahan Limbah B3 pada PT. Medco E&P Natuna dilakukan oleh pihak ketiga selaku pengelola Limbah B3 yang telah memiliki izin dan pada tahun 2017 sebanyak 382,04 Ton limbah B3 yang dihasilkan perusahaan. (Firmandani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here