PT. FIF Grup Abaikan Permohonan Relaksasi Kredit, Debitur Meradang Masa Pandemi Covid 19

0
776

BATAM, INDEPENDENNEWS.COM–Pemerintah pusat beberapa waktu lalu telah meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar memberikan kelonggaran relaksasi kredit kepada konsumen yang terdampak covid-19 yang memiliki kredit.

Presiden juga meminta agar pemerintah daerah menyampaikan kebijakan kelonggaran pembayaran kredit kepada masyarakat yang tengah memiliki kredit kendaraan seperti, motor, mobil dan lain sebagainya.

BACA JUGA : Bamsoet Dukung Penyelenggaraan Munas SOKSI

Namun realitas di lapangan masih banyak pihak leasing yang belum mau memberikan keringanan kredit. Hal ini juga dirasakan salah satu nasabah FIF Group cabang Batam. Menurut penuturan dari DH salah satu nasabah dari FIF group mengatakan bahwa telah beberapa kali dirinya dan juga istri dari DH mengajukan relaksasi kredit di kantor FIF SP plaza Sagulung namun selalu ditolak oleh pihak FIF SP plaza Sagulung.

“Pada saat saya akan membayar angsuran kredit bulan April saya minta kepada pihak FIF untuk memberikan relaksasi pada kami sebagai debitur. Yang mana sejak mewabahnya covid-19 kami mengalami kesulitan ekonomi. Namun waktu itu tepatnya April lalu pihak FIF menolak pengajuan relaksasi yang saya mohon kan. Pihak FIF mengatakan kami tidak bisa mengajukan relaksasi dengan alasan harus nungak angsuran dulu,” jelas istri DH.

BACA JUGA : Mulai Hari Hari Ini Jajaran Polda Kepri Gelar Operasi Patuh Seligi 2020

Lanjut DH menjelaskan, “Kalau gitu saya minta relaksasi di bulan Mei saja Pak, ucapnya menirukan penyampaiannya kepada FIF. Namun saat itu pihak FIF mengatakan tidak bisa relaksasi.

Kemudian saya katakan, kenapa pihak Bank menawarkan relaksasi disini kenapa malah nggak bisa. Lantas mereka katakan ke saya, itu beda Bu karena ini peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan, jawab mereka waktu itu. Pihak FIF juga mengatakan waktu itu, Ibu tetap harus bayar karena kalau tidak Ibu nanti kena di BI checking kata mereka,” jelas istri DH lagi.

Lebih jauh DH menuturkan, ” Jadi di bulan April saya sampaikan begitu ke mereka dibulan Mei juga, itulah sampai bulan Juni kami nggak bisa lagi bayar, dan itulah ribut suami saya kemarin di sana,” ucap istri DH menambahkan.

BACA JUGA : Komunitas Sisabur Holong Melakukan Bakti Sosial Berbagi Holong di Beberapa Panti Asuhan

Namun apa yang disampaikan DH beserta istrinya dibantah oleh pihak FIF ranting Sagulung yang beralamat di blok DD nomor 07 SP plaza. Kepada wartawan, Afrianto salah seorang staf kantor ranting FIF Sagulung membantah dan mengatakan bahwa debitur yang mengajukan relaksasi semuanya sudah dilayani dengan baik. Hal ini disampaikannya, Senin (21/07/2020) di lantai 2 kantor tersebut.

“Jadi yang dapat mengajukan relaksasi itu adalah orang-orang yang betul-betul terdampak covid- 19. Sedangkan mereka ini bulan April dan bulan Mei sudah melakukan pembayaran. Jadi kalau yang ini kita ajukan pun, dari pusat Jakarta itu akan tetap ditolak. Karena yang seharusnya dapat mengajukan relaksasi tersebut dibulan April sudah tidak ada pembayaran,” ucap Afrianto.

BACA JUGA : Asosiasi Modifikasi Automotif, Bamsoet Didaulat Jadi Ambasador Modifikasi Indonesia

Apa yang disampaikan Aprianto terkesan melakukan pembenaran, pasalnya Aprianto mengatakan bahwa yang dapat mengajukan relaksasi adalah nasabah yang sudah tidak melakukan pembayaran sejak bulan April lalu. Dimana menurutnya DH pada bulan April-Mei telah melakukan pembayaran angsuran. Sehingga nasabah yang telah melakukan pembayaran angsuran pada bulan April dan Mei tidak akan disetujui oleh pihak pusat dari FIF group untuk pengajuan relaksasi.

Sedangkan dipenjelasan awal istri DH sudah mengajukan relaksasi pada bulan April yang tidak disetujui oleh pihak FIF SP plaza Sagulung. Dan hal yang sama juga dicoba dilakukan oleh istri DH pada bulan Mei. Namun lagi-lagi penolakan yang mereka dapat. Hingga menurut penuturan DH dan istrinya, di bulan Juni mereka sudah benar-benar tidak mampu untuk melakukan pembayaran angsuran berikutnya.

Sehingga pada bulan Juli pihak FIF kembali menghubungi DH agar melakukan angsuran selanjutnya, dalam isi pesan yang dikirimkan oleh pihak FIF kepada DH yang berisi berupa peringatan yang mana jika DH tidak membayar angsuran selanjutnya maka akan dilakukan penarikan unit motor dan juga blacklist dari Bank Indonesia terhadap debitur (DH).

BACA JUGA: Bamsoet Dukung Penyelenggaraan Munas SOKSI

“Salamat pagi bapak/ibu ini kita dari pihak fif group mau konfirmasi angsuran kreditnya di fif group sudah memasuki dua bulan tagihan, jadi harap segera lakukan pembayaran sebelum terjadi penarikan (unit-red) dan blacklist Bank Indonesia,” demikian isi pesan yang diterima DH dari pihak FIF group, sebagaimana yang disampaikan DH kepada wartawan media ini. Dan menurut DH tindakan dari FIF grup sangat memberatkan pihaknya yang benar-benar kesulitan secara ekonomi saat ini.(red)

BACA JUGA : Polda Kepri Gelar Sidang Penentuan Kelulusan Kesehatan Tahap II Penerimaan Taruna Akpol dan Tamtama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here