Presiden Jokowi Minta Masyarakat Lawan Hoax Jangan Diam

0
145

Bandung, Independennews.com — Calon Presiden Joko Widodo terus menyuarakan ajakan kepada para pendukungnya untuk berani melawan kabar bohong alias hoax, fitnah yang disebarkan ke masyarakat.

Hal ini selalu menjadi pesan utama saat Jokowi menerima dukungan dari Alumni Jabar Ngahiji di Monumen Perjuangan, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/3).

Deklarasi dukungan kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin ini dihadiri ratusan orang, baik dari alumni perguruan tinggi, alumni SMA, relawan, komunitas, serta masyarakat Jabar.

“Sebagai intelektual di negara ini harus berani menyuarakan yang benar, itu katakan benar, yang salah itu katakan salah,” kata Jokowi disambut riuh masyarakat yang hadir

Hal itu bukanlah tanpa alasan, pasalnya saat ini berita bohong maupun fitnah tak hanya disebarkan lewat media sosial, tetapi sudah dari pintu ke pintu.

Jokowi memberikan contoh salah satu hoax dan fitnah yang disebarkan dari pintu ke pintu adalah soal pemerintah akan melarang azan dan menghapus pelajaran agama bila dirinya menang. Menurutnya, isu tersebut sangat tidak masuk akal.

Meskipun secara logika hal tersebut tak masuk akal, namun berdasarkan survei ada 9 juta masyarakat percaya akan adanya isu tersebut. Maka sangat patut bila Jokowi itu khawatir dan perlu mengajak semua orang untuk melawannya

Untuk itulah, mantan gubernur DKI Jakarta itu terus mengajak pendukungnya untuk tidak tinggal diam. Mereka yang berakal sehat harus berani melawan dan meluruskan berita bohong tersebut.

“Kalau kita tidak melawan bisa jadi 15 juta, 20 juta, 30 juta, harus kita lawan yang ini. Jawabnya seperti bapak ibu teriakkan, lawan. Jangan diam, sebagai intelektual kita jangan diam ada proses-proses demokrasi yang tidak betul seperti itu, harus kita lawan,” ujar Jokowi dikutip dari indonesiaoptomis.net

“Jokowi Terus Diserang Kampanye Hitam”

Bila dihitung, setidaknya ada 3 serangan hoax yang diarahkan kepada Jokowi dalam beberapa pekan terakhir. Kabar bohong dan futnah itu digunakan dalam wujud kampanye hitam agar masyarakat tak memilih kandidat nomor urut 01 tersebut.

Pertama, kasus 3 emak-emak di Karawang yang menyebarkan isu jika Jokowi terpilih lagi, maka akan ada pelarangan azan dan legalisasi LGBT di Indonesia. Pelaku kampanye hitam itu sudah ditangkap dan diamankan oleh Kapolres Karawang.

Pelaku penyebaran kampanye hitam ini diketahui merupakan anggota relawan ‘Partai Emak-Emak Pendukung Prabowo Sandi’ (Pepes), sebuah organisasi relawan resmi dari BPN Prabowo-Sandi.

Kedua, seorang Ibu di Makasar yang menyebarkan fitnah bahwa Jokowi akan menghapus pelajaran agama dan menghapus pesantren bila terpilih nanti. Perempuan tersebut memang belum tertangkap, tetapi polisi terus memburunya karena masuk ke dalam kategori fitnah dan kampanye hitam.

Menariknya, Ibu-Ibu yang menjadi pelaku ini mengenakan baju dengan lambang PKS. Seperti diketahui, PKS adalah salah satu partai pengusung Prabowo-Sandi.

Terakhir, adanya fitnah dalam bentuk kondom bergambar capres-cawapres nomor urut 01. Dalam waktu cepat kampanye hitam ini telah beredar via WhatsApp dan media sosial.

TKN Jokowi-Maruf Amin pun langsung bereaksi, mereka langsung melaporkan dugaan kampanye hitam ini ke pihak yang berwajib. Pasalnya, hal itu merupakan fitnah dengan penuh kesengajaan untuk merusak citra pasangan 01.

*Jangan Diam, Lawan!*

Rentetan hoaks dalam bentuk kampanye hitam tersebut merupakan 3 diantara fitnah keji lainnya yang jumlahnya sangat banyak. Semua itu menyasar Jokowi-Maruf Amin dengan harapan agar mereka tak terpilih kembali.

Adanya ‘tsunami’ hoaks ini tak hanya membahayakan bagi kepentingan politik Jokowi-Maruf Amin saja, tetapi juga bagi kewarasan akal sehat publik. Adanya serbuan hoaks dan fitnah ini membuat masyarakat kita semakin gila, karena tak bisa membedakan kualitas kandidat dalam sebuah kontestasi politik.

Seharusnya Pilpres dapat menjadi ajang memilih kandidat yang terbaik. Oleh karenanya pertimbangan logis dan rasional adalah kuncinya. Namun dengan adanya hoaks dan fitnah itu maka akal sehat masyarakat akan terganggu.

Di sisi lain, adanya informasi sesat seperti di atas berpotensi untuk merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Apalagi bila hoaks dan fitnah tersebut menggunakan sentimen agama. Inilah yang paling berbahaya.

Oleh karena itu, mari kita perangi hoaks dan fitnah dalam kampanye ini untuk menjaga keselamatan bangsa Indonesia. Kita aktifkan kembali akal sehat ini, agar kita bisa melawan segala bentuk pembohongan seperti di atas.

Ada hoax ? Jangan diam, lawan! ( Sumber : Indonesiaootimis)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.