Polda Kepri Selidiki Kasus Pengeroyokan Terhadap Sopir ‘Bangun Simatupang’ Hingga Kritis

0
259
Poto : Mako Polda Kepri

Batam,  Kepolisian Daerah (Polda) Kepri melalui Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt menyampaikan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan kasus pengeroyokan sopir angkot bernama Bangun Simatupang yang terjadi di depan SP Plaza, Sagulung pada, Rabu malam (21/10/2020) lalu.

“Terkait kasus tersebut saat ini masih dalam penyelidikan aparat,” ujarnya, dilansir dari Swarakepri.com.

Sebelumnya, anggota DPRD Kepri, meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntus kasus pengeroyokan oleh sekelompok orang terhadap Bangun Simatupang hingga tidak sadarkan diri.

“Saya melihat kondisi korban sangat parah, sehingga harus dibantu dengan oksigen. Perbuatan ini sungguh biadap, siapapun yang melakukan ini harus diproses hukum tanpa terkecuali,” pungkasnya kepada wartawan Kamis (22/10/2020).

Lanjut Uba, dugaan pelaku pengeroyokan dilakukan oleh oknum oknum aparat dan dipertontonkan didepan khalayak umum, sehingga menunjukkan contoh kebrutalan yang sangat bertentangan dengan norma norma hukum dan sosial di Republik ini.

“Kami mendengar dan latar belakang cerita. Kalaupun saudara Bangun Simatupang (korban) ada melakukan kesalahan dan tindakan melanggar hukum, maka harusnya diproses secara hukum, bukan dibantai, dihajar dan dipukuli seperti ini,” jelasnya.

Terkait kejadian yang mencoreng dan biadab tersebut. DPRD Kepri melalui Uba Ingan Sigalingging meminta pihak pihak terkait untuk mengusut kasus pengeroyokan tersebut sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

“Jika ini adalah benar perbuatan dari salah satu instansi aparat. Kami minta secara tegas kepada pimpinan aparat tersebut supaya melakukan tindakan hukum terhadap anggotanya, jangan dibiarkan dan harus diproses hukum. Sehingga kedepan masyarakat tidak takut, dikarenakan dampak kejadian ini jika dibiarkan. Maka akan menimbulkan ancaman dan teror terhadap masyarakat,” tegas Uba.

Pihaknya berharap, pimpinan aparat tersebut segera melakukan tindakan tegas terhadap anggotanya untuk meredam amarah masyarakat kedepannya.

“Untuk menghindari hal hal yang menimbulkan kesalah-pahaman dan kenyamanan masyarakat, agar kiranya pimpinan aparat tersebut melakukan tindakan hukum,” tutupnya.

Sebelumya, Anggota DPRD Kepri, Uba Ingan Sigalingging mendatangi Rumah Sakit Embung Fatimah untuk menjeguk korban pengeroyokan sekelompok orang di depan SP Plaza Sagulung.

Kejadian pengeroyokan tersebut terjadi pada Rabu malam sekitar 19.30 Wib. Terungkap, korban adalah seorang supir angkot carry bernama Bangun Simatupang, umur 21 tahun.

Melihat kondisi korban, Uban Ingan menyampaikan rasa prihatin kepada korban dan berharap para pelaku pengeroyokan sadis itu diproses hukum.

Menurutnya, pelaku pengeroyokan telah mempertontonkan kekerasan dan kebrutalan yang sangat bertentangan dengan norma norma hukum dan sosial di Republik ini.

“Kami mendengar dan latar belakang cerita. Kalaupun saudara Bangun Simatupang (korban) ada melakukan kesalahan dan tindakan melanggar hukum, maka harusnya diproses secara hukum, bukan dibantai, dihajar dan dipukuli seperti ini,” jelasnya kepada media pada Kamis lalu..(Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here