Polda Kepri Amankan 4 Orang diduga Pelaku Perdagangan Orang

0
438

Batam, Independennews.com — Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs S Erlangga mengatakan, bahwa jajarannya telah mengamanakan pelaku Dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penempatan Pekerja Migran Indonesia secara Ilegal.

Hal ini diungkapkan Erlangga dalam sebuah konfrensi Pers yang digekar di Pendopo Mapolda Kepri, Kamis (6/12/18) di Nongsa Batam, Kepulauan Riau.

Dikatakan Erlangga penangkapan pelaku tindak pidana perdagangan orang dan penempatan Oekerja Migran secara ilegal itu dilakukan berdasarkan laporan polisi : LP- A / 162 / XII / 2018 / SPKT-Kepri, tanggal 3 Desember 2018.

” Modus operandi Pelaku dengan menempatkan 29 orang calon PMI ilegal, termasuk 1 orang anak di bawah umur di Kota Batam dan akan diberangkatkan untuk Bekerja di Malaysia tanpa persyaratan yang lengkap melalui pelabuhan yang tidak Resmi.” tutur Erlangga

Kronologis penangkapan pelaku, pada hari Senin tanggal 04 Desember 2018 sekitar pukul 18.00 wib, anggota Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri melakukan penyelidikan terhadap informasi tentang adanya pemberangkatan calon PMI Ilegal yang akan dilakukan di sekitar Pantai Batu Besar, Nongsa, Kota Batam.

Selanjutnya, anggota Subdit IV yang dipimpin oleh Kasubdit IV sekitar pukul 20.00 wib menemukan adanya 2 (dua) unit kendaraan roda 4 (empat) yang bermuatan calon PMI Ilegal yang akan diberangkatkan untuk bekerja di negara Malaysia. Para pekerja ilegal ini akan dibawa masuk ke malaysia melalui jalur laut di pantai Batu Besar, Nongsa, Kota Batam. Jumlah calon pekerja ilegal ini sebanyak 29 orang, dan berhasil mengamankan 4 orang pelaku yang diduga sebagai pengurus calon PMI Ilegal.

” Kita mengamankan 4 orang yang diduga seagai pelaku yang yakni berinisial Z bin r alias l merupakan sebagai penanggung jawab, Rm alias i merupakan pemilik kapal untuk mengangkut pmi ilegal,
M bin d merupakan penampung dan pengantar pmi ilegal) dan,
J orang yang mengarahkan pmi ilegal saat menaiki kapal.” Ujar Erlangga

Para korban berjumlah 29 orang, berasal dari Daerah Flores 15 orang, Daerah Lombok 6 orang, Daerah Makasar 4 orang, Daerah Aceh 1 orang, Daerah Bengkulu 1 orang, Daerah Medan 1 orang dan Daerah Sumba 1 orang.

Barang bukti yang turut disita yakni 1 (buku kwitansi warna cokelat tentang pembelian minyak kapal,
Uang tunai senilai Rp 10.200.000,
4 Unit Handphone, 1 unit Mobil Toyoya Avanza warna putih BP 18XX FO, 1 unit Mobil Mitsubishi Pajero warna hitam silver BP 19XX ZN, 5 buku Paspor yang sudah tidak berlaku, 1 unit kapal pancung warna biru merah dengan 2 mesin gantung merek yamaha 200 pk dan 115 pk beserta kunci.

Pasal yang disangkakan kepada pelaku, akibat perbuatan pelaku dikenakan pasal 2, pasal 4, pasal 6 dan pasal 10 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan pasal 81 jo pasal 83 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 18 tahun 2017 tentang perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara. (go1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.