Perusahaan Tambang PT TBJ Kembali Beroperasi, Rapat Sosialisasi Terkait Konstribusi Buntu

0
115

LINGGA, INDEPENDENNEWS.COM –Perusahaan tambang PT. Telaga Bintan Jaya ( TBJ ) menggelar rapat dengan masyarakat Desa Tanjung Irat Kecamatan Singkep Barat, untuk membahas terkait kontrbusi Perusahaan kepada Masyarakat Desa, Selasa 14/01/2020

Rapat yang digelar guna membahas terkait kontribusi atau dana CSR yang akan dibayarkan oleh pihak Perusahaan kepada masyarakat. Namun rapat mengalami kebuntuan karena permintaan warga tidak disanggupi perusahaan sehingga warga memilih meninggalkan rapat yang berlangsung.

Selain itu, rapat sosialisasi itu juga membahas rencana Perusahaan yang akan beroperasi kembali tahun ini, untuk menghabiskan STOCKFILE yang ada, setelah sempat berhenti pada tahun 2014 lalu.

Pada kesempatan itu pihak perusahaan tambang menyampaikan, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Propinsi Kepri, terkait rencana beroperasinya kembali PT TBJ diwilayah Kabupaten Lingga, meski masih ada kewajiban-kewajiban yang belum di penuhi oleh PT.TBJ terhadap masyarakat, tempo lalu saat beroperasi di tahun 2014 lalu.

“Segala sesuatunya harus sesuai prosedur. Sebagai tuan rumah kami wajib mengetahuinya,” kata Asisten.

Kepada wartawan saat di konfirmasi Asisten 1 Pemkab Lingga mengatakan bahwa sejak beroperasinya PT. TBJ, hingga saat ini belum juga melunasi tunggakan kayu ( PSDR ). “Itu kewajiban mereka untuk melunasinya, jangan asal babat-babat kayu hutan saja” ujar Rusli.

Terkait lahan operasi tambang sudah di atur dalam peraturan Bupati. Bahkan pihak perusahaan tidak ada membeli lahan, pasca tambang lahan harus kembali ke Pemerintah daerah.

“Hari ini lahan masyarakat habis, tidak dikembalikan dan tidak diolah. Walaupun ada perjanjian jual beli antara masyarakat dan pihak Perusahaan, tetapi pasca tambang, lagan tetap harus di kembalikan ke Daerah, jual beli sudah diikat dalam Perbup Lingga,” tegas Rusli.

Masih di tempat yang sama Direktur PT. TBJ, Jairun mengaku Perusahaannya sudah membayar PSDR. “Jika tidak dibayar tutup tambang itu”, ucap Jairun

Terkait jual beli lahan Jairun menjawab. “Terkadang masyarakat keliru, ada dua sifat yang harus di ketahui. Ada yang sifatnya pinjam pakai dengan pemilik lahan. Ada yang sifatnya beli tunai. Yang pinjam pakai kita kembalikan, sedangkan yang dibeli tunai menjadi milik PT.TBJ, dan akan di reklamasi dengan menanam kebun karet.” tutup Jairun.( juhari )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.