Perda Kota Batam Nomor 16 Tahun 2007 Terkesan Mandul, Sat Pol PP Sebagai Penegak Perda Seperti Tak Berdaya

0
506

BATAM, INDEPENDENNEWS.COM — Salah satu yang menjadi tujuan dibentuknya Peraturan Daerah (Perda) yang merupakan produk perundang-undangan Pemerintah Daerah, bertujuan untuk mengatur hidup bersama. Melindungi hak dan kewajiban manusia dalam masyarakat. Menjaga keselamatan dan tata tertib masyarakat di daerah yang bersangkutan.

Maka akan sangat disayangkan, jika Perda yang telah dibentuk oleh Pemerintah Daerah dengan anggaran yang tidak sedikit, bilamana tidak difungsikan atau diterapkan sebagaimana maksud dasar penerbitan Perda itu sendiri.

Sebagaimana halnya Perda Kota Batam Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Ketertiban Umum, yang terkesan tidak berdaya terhadap seorang Ameng, pelaku penebangan pohon penghijauan sekitar tujuh sampai delapan pohon di sekitaran jalan Kantor Kelurahan Sei Lekop beberapa waktu lalu.

Tindakan Ameng yang melakukan penebangan pohon penghijauan ini sempat menjadi sorotan masyarakat. Secara khusus masyarakat Kecamatan Sagulung. Bukan hanya masyarakat, bahkan waktu itu Camat Sagulung sempat memberi tanggapan melalui tulisannya di salah satu grup WhatsApp bahwa tindakan Ameng ini akan dikenakan sanksi.

“Maaf tidak semua tindakan yang kami lakukan dapat kami laporkan di group ini. Intinya sudah kita panggil tadi bersama pihak Polsek. Namun yang datang hanya karyawannya. Kalau sampai besok saudara Ameng tidak hadir di Mako Sat Pol yang berwenang, maka tak perlu dipanggil lagi atau didatangi. Ketemu dipengadilan saja, 3 bulan penjara atau denda 25 juta sesuai Perda. Demikian, terimakasih,” tulis Camat Sagulung waktu itu.

Bahkan belum lama ini juga sekitar dua pleton anggota Sat Pol PP sempat diturunkan kelokasi. Dengan diturunkannya sekitar dua pleton anggota Sat Pol PP waktu itu, mengindikasikan Ameng akan segera diperiksa, dan akan segera dikenakan sanksi atas dugaan pelanggaran Perda Kota Batam Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Ketertiban Umum.

Namun apa yang disampaikan oleh Camat Sagulung Reza Khdafi, dan juga turunnya sekitar dua pleton anggota Sat Pol PP yang dipimpin oleh Kanit Intel dan Penyidik Sat Pol PP Kota Batam, Mey Elva Jondri, SE, sepertinya tidak membuahkan hasil apa-apa.

Bahkan hingga saat ini dugaan pelanggaran Perda Kota Batam Nomor 16 Tahun 2007, yang diduga dilakukan oleh Ameng belum mendapat titik terang. Hal ini dikhawtirkan akan menjadi preseden buruk bagi penegakan Perda Kota Batam kedepannya. Bahkan lebih dari pada itu, hal ini bisa saja memicu masyarakat Batam untuk melakukan hal yang sama, dan akan menyulitkan Pemerintah terhadap penindakan atas pelanggaran Perda yang mungkin bisa saja terjadi kedepannya.

Kepada wartawan Jondri, SE, Kanit Intel dan Penyidik Sat Pol PP Kota Batam Selasa 14/01/2020 mengatakan, bahwa pihaknya sudah beberapa kali melekukan pemanggilan terhadap Ameng, namun panggilan mereka seperti tidak digubris oleh Ameng.

“Masalah Ameng kemarin saya yang menangani, mereka datang kesini. Mereka buat berita acara, tapi berita acara dari mereka. Ikmin (Ameng-red) datang kesini didampingi Ketua LPM Sagulung dan juga pak RW. Mereka buat pernyataan bahwa penebangan pohon itu inisiatif dari mereka. Dan kita gak terima disini, karena berita acaranya harus kita yang bikin,” terang Jondri, SE.

Lanjutnya lagi. “Kita buat perjanjian apa yang mau ditanam dia, terus pohon apa yang mereka mau tanam. Tapi sampai sekarang belum datang. Dan kalau ditelpon alasannya sibuk, bahkan kalau ada apa-apa, yang kesini orang lain,” lanjutnya.

Saat ditanya tindakan yang akan dilakukan Sat Pol PP kedepannya terhadap Ameng, Jondri, SE mengatakan belum dapat dilakukan tindakan karena Ameng belum datang.

“Memang ada Sanksinya, tapi kita nggak bisa memberikan sanksi karena orangnya nggak datang. Tetapi kita akan terus berupaya memanggil Ikmin (Ameng) melalui Ketua LPM atau melalui Ketua RW-nya. Karena kita sudah beberapa kali telepon, tapi mereka bilang pergi keluar Negeri. Jadi kita mau konfirmasi, anak buahnya gak mau kasih tahu,” jelas Jondri.

Lebih lanjut, seperti kehilangan cara dalam melakukan pemanggilan terhadap Ikmin (Ameng), Jondri, SE mengatakan akan terus berkordinasi kepada pimpinan. “Nanti kita usahakan bagaimana caranya. Saya ‘pun berkordinasi sama pimpinan bagaimana untuk tindak lanjutnya,” ucap Jondri. (Ls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.