Pengurusan Adminduk Terkesan Menyulitkan Warga, Ini Proses Pengurusan Melelahkan

0
215

Poto Ilustrasi Adminduk

INDEPENDENNEWS.COM, BATAM –Pengurusan Administrasi Kependudukan (Aminduk) di Kota Batam masih terkesan berbelit-belit dan mempersulit. Hal itu membuat warga kesulitan dan enggan untuk melakukan pengurusan dokumen Adminduk tersebut. Adminduk adalah dokumen yang sangat mendasar yang harus dimiliki oleh setiap Warga Negara, yang semestinya mudah didapat tanpa embel embel lain.

Seperti halnya di Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Sagulung. Dimana dikantor milik pemerintah tersebut, tidak disediakan formulir untuk pengurusan pengesahan Akte Lahir. Hal ini diketahui berdasarkan keterangan dari salah seorang pegawai 6 kantor Kelurahan Sei Lekop, Selasa (1/10/2019).

“Untuk formulir pengesahan Akte Lahir anak ambil formulirnya di kantor Disduk Capil Sekupang, karena Kita tidak pernah diberikan formulir itu,” ucap salah seorang pegawai kelurahan yang ditemui krew media ini.

Seperti apa keselitan warga untuk mendapatkan Adminduk tersebut, sesuai keterangan yang diperoleh media ini dari pegawai tersebut mengungkapkan, warga harus ke Disduk Capil Sekupang dulu untuk mendapatkan formulir. Setelahnya, balik lagi ke kantor Kelurahan untuk mengisi formulir dan juga untuk mendapatkan tanda tangan dan stempel Kelurahan.

Selanjutnya, kata sumber oknum pegawai kelurahan itu, setelah selesai diproses di Kelurahan warga diminta kembali lagi ke Disduk Capil Sekupang untuk mengajukan berkas permohonan di Disduk Capil. Sungguh sangat ironis, dimana hanya untuk pengesahan akte lahir anak, warga harus melalui proses yang panjang, berbelit-belit dan melelahkan.

Tidak hanya itu, menurut Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Kelurahan Sei Lekop, Nency Susilowati.M.SKM. Warga yang sudah membawa surat pengantar (domisili) dari perangkat RT/RW, masih harus kembali ke RT/RW untuk meminta tanda tangan RT/RW di formulir yang dibawa dari Disduk Capil Sekupang. Dengan kata lain, pengurusan ini harus dua kali mendapatkan tanda tangan dari RT/RW.

“Kan mereka yang punya formulir yang gini, kita kan belum dikasih formulir yang begini sama kita. Kalau ini dipertanyakan sama kita, kita sepertinya gak bisa menjawabnya. Harusnya’kan mereka yang kasih sama kita,”ucapnya.

Saat dipertanyakan apakah untuk urusan ini warga harus dua kali meminta tanda tangan dan stempel RT/RW. Kasi Pemerintahan Sei Lekop menjawab, bahwa formulir tersebut formulir tersendiri, yang membutuhkan dua kali tanda tangan RT/RW.

“Kan’ ini form tersendiri Pak, memang tidak efektif sih, tapi kita punya pengurus ya seperti itulah. Gini aja pak, intinya kita gak usah memperdebatkan itu. Sejauh ini warga belum ada yang komplain. Yang jelasnya kita belum pernah dikasih form ini,” jelas Kasi Nency kepada awak media.

Lurah Lanaja yang ditemui seusai jam istirahat siang juga mengaku tidak mengetahui terkait formulir tersebut. “Iya memang kita belum pernah terima form itu, ini sebagai masukan juga buat kami yang akan kami usulkan dirapat-rapat mendatang,” ucap Lurah Lanaja.

Sedangkan pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sekupang, sampai berita ini dipublikasikan belum dimintai keterangan.(Ls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.