Pengurus Rumpun Khazanah Warisan Batam Angkat Bicara Terkait Kavling Dapur 12

0
67

INDEPENDENNEWS.COM, BATAM –Pengurus Rumpun Khazanah Batam (RKWB), angkat bicara terkait adanya pihak yang mengatas namakan RKWB dengan penggarapan lahan yang diduga hutan lindung di Dapur 12, dengan dalih perluasan kampung tua dapur 12, Kelurahan Sei pelunggut, Kecamatan Sagulung. Hal ini disampaikan oleh pengurus RKWB kepada awak media, Selasa, 06/08/2019 disalah satu kedai kopi dibilangan pusat perbelanjaan Kepri Mall.

“RKWB tidak pernah ada sangkut paut dengan pihak yang mencoba menggarap hutan lindung tersebut, apalagi mereka menjual nama RKWB, kami sama sekali tidak mengetahuinya, dan kalaupun kami mengetauinya sudah pasti kami larang kegiatan tersebut,” jelasnya kepada media.

Hal senada juga diucapkan oleh Kuasa hukum RKWB, Abdul Kadir S.H., ia menjelaskan, pihaknya saat ini sedang menunggu apakah kegiatan tersebut masih berlangsung dengan menjual nama RKWB, jika masih diteruskan, maka pihaknya akan menempuh proses hukum yang berlaku.

“Saat ini kami masih melihat apa yang mereka lakukan, jika mereka terus menjual nama RKWB, kedepannya persoalan ini akan kami bawa ke jalur Hukum,” tegasnya.

Firman Komong selaku Koordinator Wilayah (Korwil) RKWB kec. Sagulung menegaskan, fungsinya RKWB disetiap kampung tua hanya untuk memberikan masukan serta control kegiatan yang dilakukan pada setiap Kampung Tua, karenna pihaknya hanya sebagai fasilitator kepemerintah untuk membantu persoalan legalitas kampung tua, dan bukan untuk melakukan penggarapan Hutan Lindung seperti yang dilakukan kegitatan di sekitar wilayah kampung tua Dapur 12.

“Fungsi RKWB hanya sebagai control dan pemberi masukan untuk setiap kegiatan yang berhubungan dengan kampung tua, jika itu salah sudah pasti dilarang, namun kegiatan yang berkedok menjual nama kampung tua di Dapur 12 tersebut, RKWB tidak pernah menyetujui untuk kegiatan yang menyalahi aturan tersebut,” jelasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.