Pemilik Akun FB OmRizal Berurusan dengan Polisi

0
705

IndependenNews.com, Batam — Dewasa bukan menjadi ukurun untuk pandai bermedsos, seperti halnya orang ini bermulut comberan dengan memposting dalam akun facebook nya dengan menghina suku Batak.

Pria 27 tahun status menikah dan sudah berkeluarga, harus berurusan dengan kepolisian, postongannya Rabu malam (28/02/2018) di FB (mensos) dengan menyebut ” Batak Biadab, dimana ada masalah pasti Batak kampret asuh,” akibatnya sejumlah
pemuda suku batak geram dan merasa dihina, sehingga mencari keberadaan pria mulut comberan.

Tak Terima dihina, para pemuda sempat memberi signal siaga 1 untuk pencarian orang diwilayah batam, dalam kolom komentar FB omrizal nekat mengomentari salah satu status di FB dengan ujaran kebencian kepada suku batak yang menyebutkan bahwa suku batak biadab dan kampret asuh.

Informasi yang dihimpun awak media ini dilapangan bahwa orang yang menghina suku batak tersebut merasa bersalah dan menyerahkan diri kepada RT-RW tempatnya tinggal didaerah puspopkar batuaji batam, dan RT/ RW pun mengantarkan pelaku kepada Pihak Kepolisian Poltabes Barelang.

Akun FB pelaku yang bernama Omrizal adalah juga nama aslinya asal minang sumatra barat, umur 27 tahun, dengan status sudah menikah dengan popi yulita dan memiliki anak. Selain itu OMRizal pria pengangguran. Untuk menghilangkan identitasnya , sementara untuk menghilangkan jejaknya, omrizal sempat mengganti nama akun FBnya dengan nama jime liem.

Hingga pada kamis malam (1/03/2018) sekitar pukul 11.30 wib, puluhan pemuda suku batak dari berbagai marga mendatangi Kantor Polresta Barelang untuk membuat laporan terkait pernyataan Akun FB OmRizal tersebut, dikarenakan mereka mendapat info bahwa orang yang punya nama akun FB OmRizal tersebut sudah menyerahkan diri kepada Kepolisian Polresta Barelang.

Laporan polisi nomor; LP-B/245/III/2018/SPKT/Kepri/Resta Brlg.tanggal. 01 maret sekira pukul 23.30 dengan nama pelapor. Mangoloi Sihole, dengan dugaan Tindak Pidana UU ITE.

Martua Susanto Manurung,(Ucok) salah satu tokoh pemuda saat dijumpai di Kantor Polresta Barelang, yang juga ikut mendampingi puluhan masyarakat pemuda batak itu untuk membuat laporan kepada pihak kepolisian, berhubung dirinya sudah berkoordinasi dengan RT-RW tempat tinggal pelaku, dan mendapat laporan bahwa pelaku penghina suku batak itu sudah diserahkan kepada kepolisian sektor barelang.

Kata susanto, puluhan pemuda batak yang datang dari berbagai marga sepakat untuk melaporkan pelaku supaya diproses secara hukum yang berlaku dikarenakan sudah menghina suku batak dalam komentarnya di mensos.

Lanjut ucok, di dalam komentarnya pelaku sudah jelas jelas menghina suku batak, dan itu harus dipertanggung-jawabkan sesuai dengan hukum yang berlaku, dan segera membuat surat pernyataan maaf kepada suku batak secara lisan dan tertulis.

Ucok menambahkan dengan tindakan pihaknya untuk melaporkan pelaku, bisa menjadi contoh baik buat masyarakat agar kiranya masyarakat dikota batam khususnya, tetap bisa saling menghormati antar suku, dan tetap berpegang teguh kepada Bhineka Tunggal Ika.

Terkait laporan Suku Batak, Amri Abdu Piliang yang juga Bendahara Panguyuban Suku Minang mengatakan, Pihaknya hadir mendampingi pelaku di Polresta Barelang, dikarenakan pelaku adalah suku minang, Amri meminta maaf untuk masalah yang diakibatkan pelaku, dan berharap masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak perlu diperbesar-besarkan, dan memcari jalan terbaik untuk bisa berdamai sembari tetap menyerahkan kasus ini ke pihak yang berwajib.

Salah satu staf penyidik Polresta barelang saat dicoba untuk menjelaskan terkait penyerahan diri pelaku dan juga laporan puluhan suku batak, belum bisa memberi komentar dikarenakan masih dalam penyidikan.
“Nanti mas kita masih selidiki yah” ungkapnya.

Sampai berita di kirim pelaku sudah ditahan kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.(Sumber : Silabuskepri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here