Pemda Anambas Jamin 4300 Orang Nelayan dan Buruh Masuk BPJS Ketenagakerjaan

0
89

INDEPENDENNEWS.COM, ANAMBAS — Masyarakat Anambas pekerja Nelayan, buruh, KJK dan lainnya di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) akan diproteksi BPJS Ketenagakerjaan. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat memiliki jaminan bila mengalami kecelakaan kerja yang menyebabkan sakit ataupun meninggal dunia.

Wakil Bupati KKA Wan Zuhendra mengatakan, untuk tahap pertama dimulai pada bulan Oktober hingga akhir tahun warga yang dijamin, dan untuk tahun 2020 selama setahun seluruhnya akan ditanggung pemerintah.

Program BPJS ini sejatinya untuk seluruh masyarakat, namun saat ini masih banyak administrasi yang belum lengkap, sehingga belum bisa masuk saat, tetapi pemerintah terus menggenjot melalui organisasi-organisasi yang memayungi untuk melengkapi data para peserta.

Dikatakan Wan, iuran perorangan sebesar Rp16.800 dan akan dibayar seluruhnya oleh pemerintah kepada BPJS,”ujar Wan dalam sambutannya saat sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan Rabu (16/10/19) di Kabupaten Kepulauan Anambas, di Pelabuhan Tarempa.

Lanjutnya, penjaminan pemerintah melalui BPJS kepada masyarakat merupakan antisipasi dan meringankan beban masyarakat.

Untuk itu, kepada BPJS kesehatan kita minta agar mempermudah serta mempercepat klaim apabila terjadi kecelakaan kerja atupun kematian. Jangan sampai pembayaran kami lancar namun klaim lambat, hal ini akan menjadi persoalan,”ujar Wan

Sementara itu , Kepala DPMPTSP Nakertrans Yunizar mengatakan, saat ini warga yang sudah pasti mengikuti BPJS yaitu mereka yang sudah menyerahkan berkas administrasi secara lengkap.

Tahap pertama tercatat jumlah yang sudah dinyatakan lengkap admin dan sudah di validasi maka bantuan diberikan untuk 4300 orang, untuk tiga bulan pertama.

Sementara kata Yunizar, usulan awal yang akan ikut BPJS sekitar 6400 orang, tapi karena administrasi belum lengkap ditunda untuk tahun depan.(AZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.