Pembongkaran Warung PKL Menutup Mata Pencaharian Warga

0
634

Pemekasan-Desakan pembongkaran stand Pedagang Kaki lima (PKL) di sekitar Stasiun pemekasan, dinilai sangat tak manusiawai, pasalnya tempat berjualan para pedangang itu merupakan tempat mereka mencari nafkah untuk menyambung hidup. Desakan pembongkaran tersebut akan menutup mata pencaharian warga yang menggantungkan hidupnya dari sana.

Demikian disampaikan salah seorang pedangang Sumiati (35) kepada awak media ini, saat dijumpai di Areal Eks.PJKA Yang Menempati salah Stand Di Eks.PJKA Jln.TRUNUJOYO Pamekasan, Senin,(16/1/17)

“Saya mendaftar untuk salah satu pedangang di salah satu los ini sejak 2015 lalu. Pendaftarannya melalui kantor lurah dan pengesahannya oleh dinas UKM dan dinas koperasi Pemekasan,”Ujarnya

Ia tidak setuju jika diminta untuk membongkar standnya,” Saya Sangat Tidak Setuju Dan Merasa Keberatan, jika Saya Di Tuntut Untuk Membongkar Stand Saya, Karena Saya, Slain Warga Asli Sini Saya Juga Mempunyai Surat Yang Di Sahkan dari Dinas UKM Dan Koprasi Melalui Kelurahan.” Ungkapnya

“kami semua tak setuju dan Keberatan Serta Sepakat Untuk Tidak Membongkar Los Yang Sudah Lama Di Dirikan Dengan Susah Payah. apalagi Penghasilan warung saya untuk menopang kelangsungan hidup keluarga,”Kata Sumiati

Sementara, Luthfiadi Aktivis Pamekasan mengaku pihakya sangat kecewa kepada pemerintah yang dianggapnya kurang memihak kepada masyarakat.

“Kami Sangat kecewa dengan Adanya Kebijakan-Kebijakan Yang Tidak Pro Rakyat Dan Hanya Mementingkan Sepihak.” kami Tidak Sepakat Dengan Kebijakan Pemerintah Yang Tidak Pro Rakyat, Larangan tersebut dinilainya telah melanggar sila kelima dari pancasila.”Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, Kata Lutfi

Lanjut Lutfi, kami juga melihat bahwa Permasalahan di kabupaten Pamekasan Hanya Masalah PKL yang kerap tertindas dan digusur tanpa merelokasi para pedangang. Penggusuran itu jelas akan mengurangi lapangan Pekerjaan bagi masyarakat kecil.

“Ada ketimpangan disetiap kebijakan kebijakan pemerintah, yang mana kebijakan itu cenderung mengesampingkan masyarakat kecil, Sedangkan para Pelaku Usaha modal Besar Yang Sudah Jelas Menuai Kontroversi Dan Melanggar Perda Di Biarkan Dan Se Akan Acuh Tak Acuh Dalam Menangani. Saya akan Kawal Permasalahan Kecil Ini, Karna Saya Yakin Dampaknya Akan Besar Terhadap Ekonomi Masyarakat.”Imbuhnya (Anton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here