Pegiat Aktivis Kemanusian Birgaldo Tutup Usia Akibat Covid 19

0
103

Independennews.com, Batam – Berita duka kembali menghampiri salah seorang pegiat aktivis kemanusian, Birgaldo Hotmonang Sinaga. Ia sempat dirawat di Rumah Sakit sebelum akhirnya meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 pada Sabtu, (15/05/21) di RS Awal Bros Batam.

Birgaldo sebelumnya sempat mengabarkan bahwa dirinya terpapar Covid-19 lewat akun Instagram pribadinya.

“Lama saya berpikir untuk menulis ini. Haruskah saya beritahukan keadaan saya? Sudah 6 hari demam tinggi, mual, nyeri linu2, pusing dan batuk menyerang. Dan akhirnya harus saya katakan saya kena positif Covid-19,” tulisnya pada Senin, (09/05/21) lalu.

Birgaldo kemudian menuliskan kembali kondisinya yang terlihat sedang terkapar di Rumah Sakit dengan bantuan oksigen terpasang di hidungnya.

“Man teman seperjuangan.. kondisi saya sedikit ngedrop. Nafas sesak. Batuk bercampur darah. Doakan yang terbaik ya.. terimakasih. God bless you,” tulisnya pada Kamis, (13/05/21) lalu.

Kemudian dihari yang sama, Birgaldo mengunggah foto bersama sang istri dan anak yang terlihat sedang menaiki sepeda dengan caption yang cukup menyayat hati.

“I love you so much mami dan anakku Kathrine. Maaf kalo papi buat salah ya. Meninggalkan kalian selalu,” tulisnya.

Unggahan terakhirnya tersebut membuat hati banyak orang terenyuh dan mendapat komentar dari berbagai kalangan khususnya politikus seperti Martin Manurung dan Diaz Hendropriyono.

“Selamat jalan kk Brigaldo. Kami sedih kk tinggalkan. Tapi Tuhan punya kehendak,” tulis Martin pada Sabtu (15/05/21).

“Inalilahi sahabatku. Bnyk kenangan bersama yg saya tidak bisa lupakan. Selamat jalan. Semoga engkau tenang disana,” tulis Diaz pada Sabtu, (15/05/21) dengan ekspresi sedih.

Birgaldo meninggal pada hari Sabtu, (15/05/21) pada usia 46 tahun di Ruangan ICU Isolasi, RS Awal Bros Batam.

Sebagai informasi, Brigaldo dimasa hidupnya dikenal sebagai sosok yang dekat dengan kegiatan kemanusiaan.

Birgaldo pernah mendampingi kasus bayi Tiara Debora Simanjorang (4 bulan), yang meninggal dunia karena diduga terlambat mendapatkan penanganan di RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat.

Keluarga pun menuntut adanya permintaan maaf dan deklarasi agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

Birgaldo juga dikenal sebagai pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Birgaldo sempat ikut aksi saat mengawal kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok.(SOP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here