Paskah Debat Capres Dua, Jokowi Makin Digandurungi Kaum Milenial

0
91

Debat kedua Capres, Minggu malam 17 Februari 2019, berlangsung lebih hidup dan berkualitas ketimbang debat sebelumnya. Masing-masing capres dinilai lebih siap menjawab pertanyaan panelis.

Meski begitu, Jokowi terlihat lebih menguasai masalah dibandingkan dengan Prabowo dalam debat yang mengangkat tema tentang infrastruktur, energi, pangan, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Jokowi terlihat hafal beragam angka yang sudah dicapai pemerintahanya selama 4,5 tahun ini.

Penyataan Prabowo, sekaligus serangan kepada Tim (pemerintahan) Pak Jokowi yang menyebutkan bekerjanya kurang efisien, banyak infrastruktur dikerjakan dengan grusa-grusu tanpa feasibility study yang benar. Akibatnya, banyak proyek infrastruktur yang tidak efisien, rugi.

Serangan tersebut, secara gamblang ditepis Jokowi dengan mudah. Kalau disebut tanpa feasibility study, itu tidak benar. Ini sudah direncanakan lama, sudah ada DED (Detail Engineering Design), Menurut Jokowi, semua pembangunan yang dilakukan pemerintah tentu sudah melalui tahapan-tahapan perencanaan yang matang.

Ketika Prabowo menyinggung soal redistribusi lahan melalui pembagian sertifikat sebagaimana sering dilakukan Jokowi selama 2 tahun terakhir. Menurut Prabowo, program ini tak menjawab persoalan karena penduduk Indonesia akan terus bertambah, sementara jumlah lahan terbatas.

Program Reforma Agraria ini, menurut Jokowi, sudah mencapai 2,6 juta hektar dari target seluas 12,7 juta hektar. Dan pembagiannya bukan ditujukan untuk orang atau pengusaha kaya, melainkan untuk petani kecil agar produktivitas mereka meningkat.

Pukulan paling telak adalah Data yang dipegang Jokowi tentang Prabowo yang menguasai lahan seluas 220 ribu hektar di Kalimantan Timur dan 120 ribu hektar di Aceh telah membuat Prabowo kelenger. Bagaimana mungkin dia berpihak kepada petani, kalau lahan ratusan ribu hektar itu ia kuasai sendiri?

Kita tahu selama ini Prabowo sering pidato soal tanah dan kekayaan alam Indonesia yang menurutnya hanya dinikmati.

Penulis : Markus Ebenezer

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.