Paska Kerusuhan Narapidana Teroris, Kapolri Rencanakan Bangun Rutan Khusus Densus 88

0
5179
Poto : Industry.co.id

Independennews.com, Jakarta – Paska Kerusuhan Narapidana Teroris di Mako Brimob yang menewaskan anggota Polri itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian langsung berencana membangun rumah tahanan khusus pelaku terorisme. Detasemen Khusus 88 sangat membutuhkan rumah tahanan dengan keamanan super untuk memenjarakan para teroris.

“Dalam waktu yang panjang, saya memikirkan bagaimana membangun rutan untuk penanganan tahanan terorisme,” Ujar Tito usai meninjau Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob), Kelapa Dua, Depok, Kamis, 10 Mei 2018 seperti dilansir Tempo.co

Tito mengungkap rencana tersebut paska terjadi kerusuhan narapidana kasus terorisme dengan petugas di rumah tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, pada Selasa, 8 Mei 2018. Yang mengakibatkan lima polisi dan satu tahanan tewas.

Para tahanan sempat menyandera satu anggota polisi dan menguasai rutan selama 36 jam. Namun tidak bertahan, pada Kamis, 10 Mei 2018 pukul 07.15 WIB para napi teroris itu menyerahkan diri.

Tito mengungkapkan bahwa rutan Mako Brimob sebenarnya tidak didesain untuk menahan tahanan terorisme, awalnya, Kata Tito, Rutan tersebut didesain untuk menahan aparat penegak hukum yang diduga melakukan tindak pidana.

“Karena ada kebutuhan, maka mako brimob digunakan untuk menahan tahanan terorisme,” Ujar tito.

Dikatakan Tito, Pihaknya akan bekerjasama dengan Kementerian Keuangan dan internal Polri untuk mewujudkan rencananya membangun penjara khusus terorisme. Sebab Densus 88 sudah sangat membutuhkan tempat yang aman untuk memeriksa para terduga dengan cepat, sehingga bisa segera masuk ke pengadilan.

“Saya mohon dukungan masyarakat Indonesia,”Cetusnya. (Sumber: Tempo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.