Oknum Guru Gampar Siswa Hingga Alami Gangguan Telinga

0
1043

Lingga, Indeoendennews.com — kekerasan guru terhadap murid kembali terjadi di SMK Negeri 1 Singkep, seorang siswa menderita di bagian kuping setelah digampar gurunya ( Zulharmen) , kini anak tersebut terpaksa harus cek ke dr THT Tanjung Pinang selama 3 bulan. Untuk menjalani perawatan

Orang tua koran kepada awak media ini membenarkan terjadinya kekerasan oknum guru terhadap anaknya, kejadian tersebut sudah dilaporkan orang tua murid ke Malposek Dabosingkep, pada Jum,at (7/9) kemarin.

” Saya sudah melaporkan kekerasan yang dialami anak saya ke kepolisian Polsek Dabo, dan selajutnya kita serahkan kepada polisi untuk diproses.” ujarnya

Peristiwa penganiayaan itu terjadi dua pekan lalu, yang menyebabkan telinga korban mengalami traoma telinga.

“Sudah dua minggu menunggu ada perhatian pihak sekolah, namun hingga dua pekan berlalu tidak ada upaya mereka yang menanyakan keadaan korban.” katanya

” Keadaan korban saat ini, menurut pengecekan yang dilakukan dokter RSUD Dabo pada Jum’at  (31/08) sore oleh dr. Remon mengaku bahwa anak saya mengalami luka goresan bagian selaput dalam telinga (trouma telinga) akibat benturan keras,” tuturnya

Selanjutnya hasil cek Dr. Sutiawan Nurhadi spesialis THT pada Senin 03/09 malam dijelaskan bahwa Randika (korban-red) mengalami bocor selaput (gendang) telinga sehingga harus dilakukan perawatan rutin selama 3 bulan kedepan.

Dikatakan dokter bahwa penyebab sakit di bagian kuping Randi disebabkan akibat benturan keras. Dokter mengatakan bahwa kesehatan kuping anak saya tidak bisa dijamin sembuh, jika sembuh juga tidak akan seperti sedia kala.

“Mudah-mudahan bisa sembuh nantinya, tetapi mengalami sedikit gangguan pada pendengaran kuping kirinya akibat benturan keras, anak kami terpaksa harus berobat ke dr THT di RSUD Tanjungpinang selama tiga bulan perawatan” ujar Zul.

Sehari sesudah kejadian Anak kami baru mengeluh kepada ibunya, Bu kuping saya terasa sakit,” ungkap Orang tua korban menirukan ucapan Istrinya

Sementara kepala Sekolah SMK Negeri 1, Syamsul Hadi, senin ( 10/9) yang di temui Media ini diruang kerjanya membenarkan kejadian tersebut, dan Mengatakan awal terjadinya,” didalam ruang kelas tempat kejadian perkara ( TKP) pada rabu 29/08 kisaran pukul 11.00 Wib saat mengikuti pelajaran bidang study matematika diruang kelas X Tehnik Bisnis Sepeda Motor (TBSM).

Saat mengikuti pelajaran ada salah satu temannya yang bernama Dicky
Mengganggu Gilang dengan kumbang, ” Gilang yang takut dengan kumbang”

Radika ( korban) juga tak luput dari gangguan itu, ” radika yang sedang duduk terkejut, dengan olok olokan potongan kayu yang di lemparkan kepadanya, ia sangka Kumbang, spontan paha lutut menghantam meja belajar hingga terbalik.

Hal inilah yang menjadi penyebab Radika di gampar, atas kejadian ini, kami dari pihak sekolah sudah berkonsultasi bersama dengan orang tua korban, dan Kepala Dinas Pendidikan untuk menyelesaikannya secara musyawarah. ( juhari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here