Nuryanto : Kita Jangan Terjebak Tatanan Normal Baru

0
304

BATAM, INDEPENDENNEWS.COM — Menyikapi peningkatan angka warga Batam yang terpapar Covid-19 dan juga penetapan Batam sebagai zona merah. Ketua DPRD Kota Batam meninjau ulang terkait penerapan tatanan Batam Normal baru.

“Aturan New Normal yang disampaikan Pemerintah ditujukan kepada daerah dengan kondisi zona hijau yang masyarakatnya tidak banyak terpapar wabah virus Corona. Kondisi Batam saat ini yang semakin hari terjadi peningkatan warga terpapar Covid-19,” ujarnya dalam rapat yang digelar di loby Kantor DPRD Batam, Kamis (4/6/20)

Berdasarkan data ter-update Gugus Tugas Covid-19 kota Batam, warga yang terpapar positif Covid 19 sudah mencapai 150 dan100 orang OPD, begitu juga OTG yang mencapai ratusan orang.

Selain itu, Politisi PDIP Cak Nur juga menjelaskan bahwa status daerah yang akan menjalan tatanan baru atau New Normal itu adalah daerah yang sebelumnya telah menjalankan karantina wilayah, PSBB atau Lock Down. Sementara Batam sejak maraknya penyebaran wabah Covid 19 belum pernah melaksanakan tahapan-tahapan tersebut.

“Kita jangan terjebak dengan New Normal. Saat ini kota Batam dalam status Zona merah, dimana orang positif covid-19 terus bertambah.” kata Nuryanto dalam rapat tersebut yang dihadiri Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad.

Sementara itu Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad menyampaikan permohonan dukungan dari DPRD Kota Batam untuk mempersiapkan New Normal yang akan dimulai pada 16 Juni 2020 mendatang.

Dalam kesempatan itu, Amsakar juga melaporkan bahwa hampir setiap hari pihaknya turun langsung kelapangan untuk mengedukasi masyarakat.

Tujuannya tidak lain adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terus melaksanakan protokol kesehatan.

“Saya turun ke pelabuhan, tempat makan dan beberapa tempat lainnya. Kenyataannya memang masih ada masyarakat yang belum menjalankan protokol kesehatan,” katanya.

Amsakar menjelaskan bahwa melihat dari beberapa kasus positif Covid-19 di Kota Batam beberapa diantaranya tidak merasakan gejala apapun atau merupakan orang tanpa gejala (OTG). Sehingga jika tidak menerapkan protokol kesehatan berpotensi dapat tertular atau menularkan virus corona.
(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here