Meninjau kepemimpinan Wali Kota Mahyeldi Dalam Membangun Kota Padang

0
119
Foto: Mantan Walikota Padang, Mahyeldi (Sumber: Olahan Penulis)

Oleh: Ronald Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Universitas Indonesia

IndependenNews.com | Mahyeldi merupakan mantan Wali Kota Padang yang menjabat selama dua periode yaitu pada 2014-2019 dan 2019-2024 melalui pilkada, namun pada pilkada 2020 Mahyeldi mencalonkan diri dan terpilih menjadi gubernur Sumbar. Selama memimpin Kota Padang, Mahyeldi dikenal oleh masyarakat sebagai pemimpin yang sederhana, santun, dan tegas Kepemimpinan Mahyeldi menorehkan banyak prestasi dalam meningkatkan kemajuan pembangunan Kota Padang yang sebelumnya luluh lantah oleh gempa pada tahun 2009.

Dapat kita ketahui bahwa kepemimpinan Mahyeldi merupakan faktor penting dalam membangun Kota Padang. Kepemimpinan merupakan kekuasan yang dimiliki oleh seseorang untuk memberi pengaruhnya pada orang  yang dipengaruhi untuk mencapai sebuah tujuan. Kepemimpinan memerlukan adanya inovasi untuk dapat bertahan dari tuntutan zaman dan berekembang ke arah yang lebih baik. Hal ini dapat terwujud dengan adanya kepemimpinan inovatif dari seorang pemimpin. Begitu pula yang dilakukan oleh Mahyeldi dalam membangun Kota Padang. Mahyeldi banyak melakukan inovasi dalam pembangunan melalui sektor strategis. Pelaksanaan hal tersebut dilakukan melalui program unggulan yang diantaranya adalah peningkatan pada kualitas infrastruktur, pengelolaan kebersihan, dan pembenahan objek wisata.

Dalam pembangunan infrastruktur, Mahyeldi banyak melakukan pembangunan jalan di pinggir kota disertai dengan pembangunan drainase seperti pengerukan sedimen drainase dan normalisasi saluran sungai sebagai pencegahan terjadinya banjir. Kemudian Mahyeldi juga melakukan inovasi dalam pembenahan dan pengembangan pada objek wisata Kota Padang. Misalnya dalam membenahi pantai Padang yang sebelumnya terbengkalai serta memiliki citra yang buruk. Sekarang pantai Padang menjadi lebih tertata, tertib, dan ramah keluarga yang banyak dikunjungi. Keberhasilannya juga didukung dengan menjadi tuan rumah dalam event berskala internasional yang khususnya diadakan di pantai. Event tersebut seperti Olympiade Beach Soccer, Multilateral Naval Exercise Commodo, dan kejuaraan Polo Air tingkat ASEAN.

Kepemimpinan Mahyeldi juga tidak terlepas dari gaya kepemimpinan transformasional. Kepemimpinan transformasional merupakan kemampuan seorang pemimpin untuk dapat mempengaruhi dan menggerakkan bawahaannya mengubah lingkungan kerja, memliki motivasi, dan nilai-nilai kerja. Kepemimpinan transformasional ditandai dengan seorang pemimpin yang kharismatik dimana mempunyai peran sentral dalam mencapai suatu tujuan.

Pada kepemimpinan Mahyeldi dinilai mampu membimbing bawahannya dalam meyatukan visi melalui motivasi. Proses tersebut dilakukan melalui pendekatan dakwah kepada seluruh pegawai. Melalui penanaman nilai spiritual tersebut dapat memberi perubahan positif kepada bawahannya dalam peningkatan pelayanan publik. Dalam hal ini Mahyeldi merupakan seorang pemimpin yang kharismatik di mata masyarakat. Mahyeldi merupakan seorang pemuka agama yang dipanggil Buya. Masyarakat kota padang yang mayoritas beragama agama islam sangat menghormati orang yang bergelar Buya.

Dengan kharisma yang dimiliki Mahyeldi, membantunya dalam program menata kembali Pasar Raya Padang yang merupakan titik sentral perekonomian masyarakat. Pasar Raya Padang yang dulu tidak tertib menjadi lebih tertata. Dengan ketokohan Mahyeldi, program tersebut dapat berjalan lancar dengan menyakinkan pedagang di Pasar Raya Padang untuk mendukung program pemulihan pasar tersebut tanpa adanya pertentangan. Dan sebagai Wali Kota Padang, Mahyeldi menginspirasi bawahannya untuk bekerja sama agar tujuan dapat tercapai. Kolaborasi dan inovasi yang dilakukannya  dengan dinas pasar raya dan juga para pedagang dapat membuat meningkatkannya percepatan perekonomian masyarakat.

Selain itu ditinjau dari faktor budaya dimana Mahyeldi mendapat dukungan dari masyarakat Padang tidak terlepas dari kriteria pemimpin yang melekat pada dirinya. Mahyeldi di kalangan adat merupakan seorang niniak mamak yang bergelar Datuak Marajo dari kaumnya. Dalam masyarakat minang orang dengan gelar datuak lebih digandrungi dipilih menjadi pemimpin. Inilah yang menjadi daya tarik tersendiri dari sosok Mahyeldi.

Dalam membangun kota Padang, ia tetap memperhatikan menjaga nilai dan melestarikan budaya minang. Upaya tersebut dilakukan melalui pagelaran festival budaya minangkabau di Kota padang. Tujuannya untuk menunjukkan keunikan seni dan budaya minangkabau serta  mengangkat potensi seni dan budaya minangkabau. Selain tetap bisa menjaga dan melestarikan budaya, hal ini juga akan berdampak pada perkembangan sektor wisata.

Bagi Mahyeldi dalam membangun Kota Padang dukungan dari masyarakat sangatlah penting. Mahyeldi mendapat dukungan yang besar dari masyarakat karena kepemimpinannya yang demokratis. Tipe kepemimpinan demokratis memberi kesempatan yang sama untuk individu untuk dapat terlibat. Pemimpin demokratis juga lebih terbuka dalam menerima nasihat dan saran dari pengikutnya. Dalam hal ini Mahyeldi merupakan sosok yang merakyat dimana sering turun ke masyarakat dan berdialog dengan mereka terkait pembangunan di Kota Padang seperti datang ke “lapau” atau warung atau juga melalui program jumat keliling.  Gagasan dari hasil dialog tersebut, dijadikan Mahyeldi sebagai landasan dalam membangun Kota Padang melalui pelayanan publik.

Dalam hal ini Mahyeldi merupakan seorang servant leadership. Kepemimpinan ini ada karena keinginan dari seorang pemimpin untuk melayani dimana menjadi pihak pertama dalam melayani. Mahyeldi merupakan sosok pemimpin yang melayani masyarakat. Sesuai mottonya bahwa seorang pemimpin bukanlah memerintah akan tetapi melayani, mengayomi, dan mengarahkan. Dengan menekankan bahwa tugas seorang pemimpin itu adalah mengupayakan apa yang dibutuhkan masyarakat serta membuat masyarakat menjadi sejahtera.

Lalu seperti apa bentuk partisipasi masyarakat di Kota Padang dalam pemerintahan Mahyeldi. Melalui teori followership yang dikemukakan oleh Kelly dimana followership merupakan suatu kapasitas dan keinginan melalui tingkah laku yang bertujuan untuk berpartisipasi memenuhi tujuan bersama. Seorang pengikut akan mengetahui apa yang dilakukan tanpa menunggu arahan serta mampu bertindak secara antusias dan mandiri.

Melalui teori tersebut dapat kita ketahui bahwa masyarakat di Kota padang merupakan followership dengan dimensi active engagement. Hal ini terlihat bagaimana masyarakat mengikuti dan melaksanakan program yang dijalankan oleh Mahyeldi. Bentuk partisipasi ini selalu sejalan dengan kebaikan bersama walaupun tidak mendapat reward secara langsung dari pemimpin. Seperti program penataan Pasar Raya dimana para pedagang mendukung dan bekerja sama dalam program tersebut atau juga dalam melestarikan kesenian budaya minangkabau melalui pagelaran festival, masyarakat mampu berpartisipasi aktif dalam menyukseskannya.

Pada kenyataannya, dalam kepemimipinan Mahyeldi Kota Padang sudah banyak mengalami perubahan dan kemajuan yang masyarakatnya dapat menikmatinya. Begitu pula dengan kesejahteraan masyarakat yang mengalami peningkatan, baik dari bantuan kemanusiaan yang sangat berguna bagi masyarakat Kota Padang ataupun dari segi infrastruktur yang dibangun. Dan juga banyak penghargaan prestasi yang diterima Kota Padang selama Mahyeldi memimpin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here