Masyarakat Perumahan Putra Jaya Keluhkan Pelayanan ATB, Kami 4 Tahun Sengsara

0
95

Batam, Independennews.com — Dipenghujung Perjanjian Konsesi kerjasama pengelolaan Air bersih di Kota Batam antara ATB dengan BP Batam yang akan berakhir pada 14 November 2020 akan menyisahkan pil pahit bagi sebahagian masyarakat kota Batam.

Meskipun pengelolaan Air Bersih oleh ATB sudah hampir 24 Tahun yang dimulai sejak konsesi pada Tahun 1995 hingga Sekarang dipastikan ATB akan meninggalkan sejumlah masalah. Pasalnya pelayanan yang dirasakan oleh sebahagian masyarakat kota Batam masih jauh dari harapan, yang mana sejumlah pemukiman warga diwilayah Tanjunguncang masih kesulitan mendapatkan air bersih.

Hal ini dialami warga di beberapa perumahan yang ada diwilayah kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji seperti Perumahan Putra Jaya, Perumahan Sumberindo, Perumahan Yose Sade, Taman Cipta II, perumahan Glory, Perumahan Marina Green dan Perumahan TPI. Masyarakat dibeberapa perumahan tersebut sangat kesulitan mendapatkan Air Bersih, karena setiap hari air mati mati, sehingga aktivias warga terus terganggu, apalagi penduduk di perumahan kami masih tergolong keluarga muda, yang masih memiliki anak yang masih kecil kecil,” ujar Ketua RT 007/RW 015 Hartanto Wibowo kepada independennews.com dalam sebuah pertemuan perangkat dengan Anggota Komisi III DPRD Kepri Sahmadin Sinaga di Bilangan Batuaji, Jumat (22/2/19) sore.

Dikatakan Wibowo, air mengalir di perumahan kami lebih kencang air kencing kuda,  bahkan  air hidup setiap harinya pada pukul 02.00-03.00 WIB pagi. Akibatnya warga setiap hari harus begadang untuk menampung air, kondisi seperti ini kerap mengganggu warga pada keesokan harinya, tidak bisa bekerja maksimal karena setiap hari tidurnya terganggu, ” Kata Hartanto Wibowo

Lanjut Wibowo, Dengan macetnya debit air di perumahan Putra Jaya Tanjunguncang menyita tenaga, pikiran dan yang paling menyengsarakan saat warga berangkat kerja dipagi harinya.

“Akibat begadang menampung air, tak sedikit warga tak bisa mengikuti pekerjaan, karena mengantuk akhirnya keesokan harinya tak bisa berangkat kerja,” ujarnya

Kepada Air Tirta Batam (ATB) Wibowo berharap bisa segera memperbaiki pipa ke perumahan Putra Jaya, kami harapkan air bersih bisa hidup minimal 15 Jam kalau tidak bisa hidup selama 24 jam.

“Kami sudah bosan dengan kondisi air yang setiap hari hanya hidup 1 jam, itupun hidup pada pagi hari disaat waktu istirahat, sementara kami begadang menampung air.” Ujarnya

Hal senada disampaikan Ketua RT 001/ RW 015 Alfian mengatakan bahwa kondisi mati air sudah berlangsung cukup lama yakni kurang lebih 4 tahun.

Selama itu pula, kami selalu sengsara tidurnya, karena warga terpaksa begadang karena air hidup pada jam kecil yakni pukul 02.00 WIB hingga Pukul 03.00 WIB, situasi seperti ini mau tidak mau kami terpaksa melakukannya agar memperoleh air bersih. Sementara dampaknya, para kepala keluarga yang bekerja diperusahaan tidak bisa bekerja maksimal akibat terganggu tidurnya.

” Setiap hari saat bekerja pisik lemah akibat menahan rasa ngantuk, sehingga tak bisa bekerja secara maksimal Perusahaan,” ucapnya

Menurut Alfian, penyebab debit air kecil masuk ke Perumahan, karena jumlah penduduk semakin bertambah, saat ini masyarakat yang menempati perumahan Putra Jaya sudah mencapai 2000 Kepala Keluarga.

“Jumlah tersebut akan terus bertambah, sementara debit air masih tetap tanpa ada penambahan, sehingga pembagian kepada warga tidak cukup, alhasil kami kesulitan mendapatkan air.” ucapnya

Situasi ini sudah lama berlangsung, dan sudah dilaporkan ke ATB Bagian Prencanaan, namun hingga berlangsung 4 tahun lamanya belum ada upaya perbaikan dari ATB.

Anggota Komisi III DPRD Kepri Sahmadin Sinaga berharap agar ATB memperhatikan kebutuhan masyarakat, dengan meningkatnya jumlah penduduk di perumahan Putra Jaya, tentu akan mempengaruhi kwota debit air yang harus disalurkan.

“Jika sebelumnya yang disalurkan untuk jumlah 500 KK, maka dengan jumlah warga yang sudah mencapai 2000 KK sudah tidak mampu dengan kwota debit air yang lama, maka dari itu, kita harapkan ATB segera melakukan perbaikan perbaikan pada pipa air, sehingga kwota debit air bisa memenuhi kebutuhan warga perumahan Putra Jaya,” Ujar Sahmadi dihadapan para perangkat RT 001, 002, 003, 004 dan RT O5 perumahan Putra Jaya.

Dengan bertambahnya jumlah penduduk, pihak ATB harus memperbaiki jaringan pipa yang ada di perumahan, sehingga air bisa mengaliri ke warga, mengingat kebutuhan air sangat pital, ” Kita harapkan ATB segera bertindak.” tandasnya.

Hingga berita ini diunggah Pihak ATB Belum berhasil dihubungi awak media ini.(gu01)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.