Masyarakat Peduli Api Desa Tanjung Pucuk Jambi Berjibaku Padamkan Api

0
816

INDEPENDENNEWS.COM, JAMBI — Musim kemarau berkepanjangan menyebabkan kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan gangguan asap tebal di wilayah Provinsi Riau. Kondisi tersebut juga dirasakan di wilayah Provinsi Jambi, secara khusus Kabupaten Tebo Desa Tanjung yang berbatasan langsung di utara Provinsi Riau dan bagian barat Provinsi Sumatera Barat Kabupaten Dharmasraya.

Asap kiriman tersebut sangat dirasakan di Desa Tanjung Pucuk Jambi, bahkan diperparah dengan timbulnya kebakaran lahan perkebunan sawit dan perkebunan karet masyarakat. Hal itu telah menambah penderitaan bagi masyarakat setempat hingga menimbilkan gangguan jarak pandang serta gangguan kesehatan masyarakat seperti gangguan kerongkongan, sakit pernafasan hisfa.

Menanggapi hal itu, team Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Tanjung, pada Rabu (11/9/19) langsung terjun melakukan pemadaman api yang sedang melalap perkebunan kelapa sawit dan kebun karet masyarakat setempat. Para relawan MPA ini terus berupaya berjibaku memadamkan api hingga padam.

Tukio masyarakat setempat yang turut dalam pemadaman api kepada krew media ini menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh relawan MPA Desa Tanjung.

“Kami ucapkan terima lasih kepada relawan Masyarakat Peduli Api (MPA). Mereka dengan suka rela ikut membantu kami memadamkan api yang sedang melalap lahan perkebunan warga.” ujarnya

Dia juga mengaku salut dengan tim MPA,” meskipun api sangat sulit untuk
dipadamkan, tetapi berkat kegigihan yang walaupun dengan alat seadanya dan air yang jauh dari lokasi kebakaran, mereka terus bersemangat melakukan pemadaman hingga akhirnya beberapa titik kebakaran bisa dipadamkan.

Terkait munculnya api, Tukio mengatakan tidak mengetahui sumber pemicu kebakaran.

“Titik api berada di RT 8 Desa Tanjung Pucuk Jambi yang berbatasan langsung dengan sungai sisip, lokasi tersebut merupakan sentral perkebunan masyarakat.” katanya

Akibat kebakaran itu lahan perkebunan
masyarakat sebahagian besar hangus terbakar, hingga berita ini diturunkan
kerugian masyarakat dataksir ratusan juta rupiah.

Salah seorang relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Tanjung, Ayub mengatakkan pihaknya sangat sensitif
terhadap kejadian kebakaran.” begitu kita tahu ada titik api di desa kita, kita langsung menghubungi rekan rekan yang lain dan
langsung ke TKP.

“Meskipun alat seadanya kawan kawan terus berjibaku melakukan pemadaman api, semangatnya luar biasa.” tutupnya (RM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here