Masyarakat Karimun Temukan Air Mineral Kemasan Merek Crytalline Berbau dan Kotor

0
1318

IndependenNews.com, KARIMUN — Warga Karimun menemukan air mineral kemasan berubah warna dan kotor. Penemuan air kotor itu, ketika salah seorang Seketaris Lurah (Seklur) Kelurahan Pamak, H Muhammad Jahid, hendak memberikan minuman air mineral merk Crytalline kepada salah satu warga. Begitu hendak diminum, ternyata terdapat kotoran di dalam kemasan mineral tersebut.

Muhamad Jahid, mengatakan, ia membeli minuman tersebut di warung di depan kantor. Minuman itu untuk pegawai dan juga untuk gotong royong. Semenjak dengar kabar berita tentang air mineral Atarin kotor dan berlumut, ia berlalih ke mineral Crystalline, karena minuman ini juga masih promo.

“Namun kita juga sangat kecewa, ternyata minuman ini juga kotor,” ujarnya.

“Sewaktu warga hendak mau meminum air mineral kemasan tersebut ternyata isinya kotor,” kata Seklur Pamak, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, kemarin.

Lanjutnya, begitu mengetahui kemasan gelas plastik tersebut berisi kotoran, para staf Kelurahan Pamak langsung memeriksa gelas lainnya, ternyata di dalam dus habis diminum, dan hanya tinggal 3 gelas. Dari gelas tersebut 1 gelas mengandung kemasan yang airnya kotor.

“Pada saat pengecekan dalam satu dua gelas tersebut terdapat 1 kemasan yang diduga airnya kotor,” jelasnya.

Senada dengan Jahid, Lurah Pamak, Muchtisar, menyatakan kekecewaannya dengan adanya kejadian ini.

“Jadi selama 2 bulan ini kami minum air yang mengandung kotoran,” ujarnya, saat dikonfirmasi Sijori Kepri, diruang kerjanya, Senin (09/04/2018).

Secara umum diketahui Pelaku Usaha memiliki beberapa tanggung jawab dalam memproduksi barang dan/atau jasa. Disamping itu, tidak hanya semata-mata mencari keuntungan yang sebesar-besarnya, tapi juga harus memperhatikan kepentingan konsumen.

“Oleh karena itu, selain memiliki hak, pelaku usaha juga dituntut akan tanggung jawabnya. Pelaku usaha bertanggung jawab atas hasil produksinya, baik berupa barang maupun jasa,” tegas Muchtizar.

Sementara Head of Corporate and Marketing Communication PT OT Group, perusahaan terkait, Harianus I Zebua, saat dikonfirmasi lewat selularnya mengatakan, sebagai salah satu perusahaan FMCG terbesar di Indonesia, tentunya kami sangat mengutamakan kualitas.

“Kami sudah 70 tahun di Indonesia. Kami menjalankan semua standar baku dalam proses produksi sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh instasi berwewenang,” ujarnya.

Lanjut Jebua, kondisi yang mempengaruhi produk itu ada dua umumnya. Faktor internal di pabrik dan faktor handling produk saat pendistribusian. Pihaknya sering menemukan produk bermasalah, karena handling di distribusi, bukan karena proses di pabrik. Namun sampai berita ini terbit, belum ada jawaban yang kongkrit mengenai pertanggungjawaban dari pihak PT OT Group, dengan alasan menunggu hasil lab. ( Razaali)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here