Mahasiswa Riau  Tergabung di BEM Gekar Aksi Menuntut Pembatalan UU M3

0
441

IndependenNews.com, Pekanbaru — Mahasiswa gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Indonesia gelar aksi turun jalan, Kamis (22/2/18). Aksi mereka di pusatkan di kantor DPRD Pekanbaru, para mahasiswa berupaya merangsek masuk ke gedung DPRD Riau ,  Namun dihalau oleh aparat kepolisian dan Satpol PP Riau.

Sementara polisi anti huru hara lengkap dengan tameng sudah siaga di dalam halaman gedung dewan itu termasuk pasukan TNI. Massa ingin bertemu anggota dewan menolak UU MD3 yang baru ditetapkan DPR RI.

Perwakilan mahasiswa itu antara lain BEM Institut Pertanian Bogor (IPB), BEM Unri Pekanbaru,  BEM Universitas Islam Riau (UIR),  BEM Universitas Lancang Kuning Pekanbaru,  BEM Poltekes  Kemenkes Bandung,  BEM Universitas Indonesia,  BEM Universitas Gajah Mada, BEM Universitas Sudirman Purwokerto , Universitas Negeri Lampung dan lain-lain melancarkan aksi demo besar-besar ke DPRD Riau menolak implementasi UU MD3 oleh DPR RI.

“Kami mengingatkan para wakil rakyat agar selalu berpihak pada kepentingan rakyat,” teriak mahasiswa dengan membakar dua ban bekas di depan gerbang Gedung DPRD Riau.

Memanasnya aksi ini massa meneriakkan lawan,  lawan kawan.  Sampai simpul jalan macet di simpang Jalan Sudirman-Jalan Imam Munandar Pekanbaru. Oleh Satlantas Polresta Pekanbaru jalur Jalan Sudirman depan DPRD Riau ditutup total.

Massa meneriakkan Pemerintah ini tidak pro demokrasi baik Pemerintah Jokowi dan Jusuf Kalla.  Aneh bila ada perbedaan dianggap musuh.  Bila dibungkam hanya satu kata kita, lawan.

Melalui survei Global Corruption Barometer (GBC)  2017. DPR diklaim sebagai lembaga terkorup di Indonesia, 54 persen responden yang disurvei pada 2015-2017 kurang lebih menyatakan demikian.

Karenanya DPR patut menjadi lembaga yang perlu dikritik dan diawasi setiap elemen bangsa.  DPR merupakan representatif masyarakat Indonesia sepatutnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.  Ditambah adanya UU MD3 baru,  opini yang terbangun adalah DPR seolah ingin “menjauh” dari rakyat dan meningkatkan kekebalan hukum setiap anggota DPR.

Ada beberapa poin RUU MD3 yang baru disahkan Senin lalu yang akhirnya menimbulkan opini yang sedemikian rupa menganggap para dewan ingin mengeksklusifkan lembaga MPR,  DPR dan juga cenderung anti-kritik. Beberapa pasal tersebut dianggap menjadi indikator kemunduran demokrasi di negeri ini serta tidak sesuai dengan amanat reformasi.

Sementara Wakil Ketua DPRD Riau fraksi Demokrat Ir Noviwaldy Jusman didampingi Wakil Ketua DPRD Riau lainnya dr Sunaryo dari fraksi PAN dan Suhardiman Amby dari Hanura menerima kedatangan massa mahasiswa demonstran yang sudah marah dan tensi tinggi ini.

Menurut Noviwaldy Jusman apa yang disampaikan mahasiswa ini diterima DPRD Riau dan akan segera disampaikan ke DPR RI. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here