Kota Batam Pringkat 11 Terbanyak Warga Penderita Virus HIV/AIDS, Bobi : Segera Lakukan Penanggulangan

0
394

BATAM, INDEPENDENNEWS.COM, Menempati urutan 11 dari 514 Kabupaten/Kota di Indonesia sebagai penyandang terbesar penderita virus HIV/AIDS, semestinya pemerintah Kota Batam wajib melakukan aksi untuk menanggulangi Virus mematikan itu.

Predikat yang menjadikan Batam menjadi salah satu Kota peringkat teratas penyumbang penderita virus HIV/AIDS, bukanlah merupakan sebuah prestasi yang patut untuk dibanggakan. Justru sebaliknya akan menjadi presiden buruk bagi Kota Batam yang sekarang digalakkan sebagai kota wisata yang humanis. Tetapi dengan adanya Batam menyandang peringkat 11 penderita HIV/AIDS, akan menyurutkan kehadiran wisatawan ke Kota Batam.

Bisa saja Kota Batam yang selama ini melekat dengan sebutan sebagai Bandar Dunia Madani, yang mengandung arti Masyarakat yang beradap, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian, serta masyarakat yang maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi. Akan rusak dengan fakta yang ada saat ini.

Menanggapi tingginya jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Batam saat ini, salah seorang anggota Komisi IV DPRD Kota Batam ikut angkat bicara.

Bobi Alexander Siregar, salah satu anggota Komisi IV DPRD Kota Batam berpendapat, untuk mengatasi angka penularan HIV/AIDS di Kota Batam, Pemerintah harus segera melakukan penutupan lokalisasi atau tempat hiburan malam yang menyediakan layanan plus-plus. Hal ini disampaikannya kepada wartawan, Senin 23/12/2019.

“Intinya berbicara HIV/AIDS tentu ada sebab akibat. Ada yang memberikan penularan dan yang tertular. Yang paling penting, tentu kita harus mencari sumber yang menjadi sumber penularannya. Tentu ada sumber yang menyebarkan HIV/AIDS ini. Sehingga sampai sekian banyak warga Batam yang terjangkiti oleh virus ini. Yaitu tempat hiburan malam yang langsung ada layanan plus-plus-nya. Terus lokalisasi yang di Batam sudah nggak asing lagi namanya yaitu Sinta”, jelasnya.

Lebih lanjut Bobib Alexander Siregar menegaskan, bahwa sebagai langkah untuk mengantisipasi penyebaran HIV/AIDS di Kota Batam yakni selain Pemerintah harus melakukan penutupan lokalisasi Sintai, Pemerintah juga harus melakukan fungsi pengawasan. Karena menurutnya hal ini sangat bergantung kepada pemimpin dari Kota Batam sendiri.

“Nah saya rasa hanya ini cara kita mengantisipasi ini, tutup! Gini kalau kita bicara. Kita buat juga payung PERDA kalau tidak mengarah pada sumber permasalahan yang ada, atau tidak kita cabut akar permasalahan yang ada gimana? Kita sudah menyongsong tahun 2020, kita berharap pemimpin kedepan akan membawa Batam lebih baik. Dengan satu nahkoda dua mesin, dan Batam ini sudah menjadi salah satu gerbang wisata, jadi kalau dari saya intinya tutup itu lokalisasi.

Masih nenurut Bobi Alexander Siregar. ” Salah satunya hanya itu, untuk bagaimana penyakit HIV/AIDS itu bisa kita atasi dengan baik. Karena apapun aturan yang kita buat seperti PERDA kalau mandul apa gunanya?. Jadi kalau saya secara pribadi bukan dari Komisi IV, tutup lokalisasi, itu dari saya”, pungkasnya. (Ls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.