Ketua LSM Gapenta Jhon Sijabat, Desak Penegak Hukum dan Dinas Terkait Tutup Tambang Pasir Koperasi Sekop Jaya

0
886

 

ndependennews.com, Karimun — LSM Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba Tawuran dan Anarkis (GAPENTA), mewakili 11 LSM yang tergabung dalam Aliansi LSM Kabupaten Karimun mendesak tambang atau pengerukan pasir laut segera ditutup, sebelum melengkapi administrasi tentang perizinan tambang pasir laut.

Hal ini disampaikan Ketua LSM Gapenta, Jhon Sijabat, Kamis (26/4/28) di Karimun

Menurutnya, ada beberapa Persyaratan yang harus dilengkapi sebelum melakukan kegiatan tambang di wilayah Karimun.

“Sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi sebelum kegiatan tambang di lakukan antara lain :

1. Perizinan pasir laut sesuai prosedur yang berlaku.
2.Koperasi tersebut harus berbadan hukum dan terdaftar
3.Rekomendasi dari lingkungan hidup (LH)
4 Koperasi Sekop Jaya harus terdaftar di Disprndag, koperasi UKM dan ESDM Kabupaten Karimun
5.Rekomendasi dari bupati Karimun
6.Membayar pajak sesuai muatan ke Dispenda
7.Perizinam yang dikeluarkan oleh Dinas Pertambangan Provinsi kepulauan Riau.

Resikonya , apabila penambangan dilakukan tidak sesuai prosedur maka akibatnya akan terjadi kerusakan pada terumbu karang.

“Kita melihat bahwa dampak kegiatan penambangan telah dirasakan masyarakat pesisir, karena itu, kami selaku lembaga sosial masyarakat yang tergabung dalam aliansi LSM Karimun mendesak penegak hukum dan Dinas terkait harus menertipkan atau menutup kegiatan penambagan yang tidak mematuhi prosedur, atau penambangan tanpa mengantongi izin.” Terangnya

lanjutnya, sebagai dampak penambangan tersebut masyarakat pesisir telah mengeluhkan kerusakan pada lingkungan Terumbu karang rusak, Pohon mangrove banyak yang punah, Hasil tangkapan nelayan menurun drastis 90 persen, Limbah dari pasir laut yang menyebabkan air laut menjadi keruh sehingga menyebabkan perkembangan habitat laut salah satunya ikan dan kepiting menjadi langka.

Selain itu, LSM Gepenta juga mempersoalkan ketidak lengkapan keselamatan para pekerja antara lain :

1.Kapal sedot pasir laut tidak dilengkapi septi (keamanan) berupa pelampung
2.tidak di lengkapi baju renang
3.tidak dilengkapi racun api
4.tidak dilengkapi obat_obatnya (P3K)

Berdasarkan hal dimaksud Ketua LSM GAPENTA menegaskan Koperasi Sekop Jaya segera ditutup karena bertentangan dengan hukum yang berlaku dan tidak menguntungkan daerah serta masyarakat sekitarnya, tambang pasir laut segera ditutup atas desakan dan permintaan dari komponen elemen masyarakat.

” Kami mendesak Dinas Pertambangan Provinsi Kepulauan Riau untuk segera mencabut surat izin Koperasi Sekop Jaya

“Dimohon kepada Kapolres Karimun, dan kepada Kepala KSOP Karimun untuk menghentikan aktivitas kerja Pertambangan penyedotan pasir laut karena merusak lingkungan,”ujarnya.
(Razaali)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here