Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo Ajak Media Jaga Demokrasi

0
749

Independennews.com , Batam — Dewan Pers menggelar acara workshop dan Seminar bekerjasama dengan BP3TI kominfo dengan para pimpinan redaksi Media Online, Cetak, Televisi, Radio dan para Kepala Humas dan Dinas Kominfo se Provinsi Kepri, Kamis (30/8/18) di Lantai 12 Hotel Nagoya Hill, Batam Kepulauan Riau.

Pertemuan tersebut lebih memberikan pemahaman terkait Peran Media menjaga demokrasi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019 mendatang. Pemilu Tahun 2019 merupakan yang pertama kali dilaksanakan di indonesia yang mana dalam pemilu tersebut akan dilakukan pemilihan Capres dan Cawapres serta Legislatif secara serentak,” ujar Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dalam pemaparannya.

Menurut Yosep, media memiliki peran besar dalam mensukseskan pemilu mendatang. Adapun beberapa peran media dalam mensukseskan pemilu ialah Media berperan dalam memgembangkan prinsip partisipasi publik dalam pemilu, mendidik pemilih tentang bagaimana menggunakan hak pilihnya, menyangkut suara pemilih apa yang mereka lakukan dan inginkan, memberitakan perkembangan kampaye pemilu, menyediakan informasi menyangkut platform bagi partai politik (legislatif) dan kandidat Capres dan Cawapres serta calon legislatif dan DPD sekaligus rekam jejaknnya.

Tentunya tidak semua wilayah di indonesia terjangkau informasi tehnologi karena belum tersedianya infrastruktur TIK. Kata Yosep bahwa masih banyak daerah yang belum terjangkau oleh tehnologi informasi dan komunikasi, sehingga masyarakat minim memperoleh informasi. Oleh karena itu untuk menjangkau pelosok pedesaan seperti wilayah Papua diperlukan pembangunan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) agar terkoneksi.

Program pemerintah Palapa Ring , menurutnya sangat baik untuk menyatukan NKRI dibidang Teknologi Informasi dan Komuniskasi di seluruh Nusantara. Dukungan yang dapat dilakukan Dewan Pers melakukan perannya dengan melakukan Bakti Negeri agar daerah yang belum memperoleh tehnologi informasi bisa memperolehnya.

“Dewan Pers terus mengupayakan agar informasi dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat indonesia di daerah daerah yang belum terjangkau informasi,” ujar Yosep yang akrap disapa Standly.

Program Bakti Negeri ini bertujuan guna penguatan dan pemberdayaan ekosistem pers melalui ketersediaan infrastruktur telekomunikasi dan informasi di indonesia yang di selenggarakan di seluruh provinsi di Indonesia.”

Tidak bisa dipungkiri bahwa sampai saat ini masih ada daerah di indonesia yang belum terkoneksi jaringan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), sehingga informasi jarang diperoleh masyarakat yang berada di daerah yang belum terkoneksi. Hal itu menjadi pekerjaan rumah bagi Dewan Pers yang mana harus bisa memberikan informasi ke seluruh pelosok daerah yang belum mendapatkan pasilitas TIK.

” Dengan Bakti Negeri kita bisa menjangkau daerah pelosok tanah air yang belum menikmati informasi .” ucapnya

Menurut Yosep, bahwa program Palapa Ring yang sedang dicanangkan oleh pemerintah sangat tepat dengan adannya penyediaan infrastruktur TIK diseluruh pelosok tanah air. Pencangan program palapa ring akan mampu menjakau seluruh pelosok yang belum memiliki jaringan telekomunikasi.

“Kita sangat mendukung program pemerintah untuk pemerataan jaringan telekomunikasi diseluruh nusantara melalui program palapa ring.”ujar Standly

Selain itu, Program Palapa Ring memberikan informasi cepat dan akurat merata hingga ke pelosok negeri. Pembangunan infrastruktur teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga mendukung terujudnya peningkatan partisipasi publik ( civic enggegement).

“Bakti Negeri merupakan program keliling Dewan Pers di 33 Provinsi,” ujar Standly

Peran Pers dalam mendorong Pemilu Berkualitas, Yosep mengatakan bahwa pemilu tahun 2019 adalah pemilu yang spesial dimana kita akan memilih secara serentak yakni memilih Presiden dan Wakil Presiden dan Juga Legislatif diseluruh indonesia.

“Dalam menyonsong pemilu tahun 2019 yang akan datang, maka tidak bisa dipungkiri bahwa peran pers dalam memberikan kesejukan sangat besar,” ucap Yosep

Yosep juga mengajak media agar dalam pemilu tahun 2019 mendatang mengutamakan independensi dan menghindari keberpihakan kepada salah satu calon.

” Hati hati menggunakan informasi media sosial, serta hindari berita hoax,” cetusnya.

Narasumber Bambang Harimurti salah satu wartawan senior dalam pemaparannya mengatakan bahwa kemerdekaan Pers dalam kemajuan suatu negara sangat berperan.

Dia mencontohkan bahwa negara negara maju saat ini, karena di negara tersebut kemerdekaan pers ada.

” Kita bisa lihat bahwa negara maju ada kemerdekaan pers. Seperti di Korea termasuk negara maju karena ada kebebasan pers, sebaliknya di Negara Zimbagwe negara miskin justru disana tidak ada kebebasan pers ,” terangnya

Dia juga menjelaskan kilas balik program pinjaman bank dunia yang programnya untuk mengentaskan kemiskinan di seluruh dunia, selama 50 tahun program tersebut tidak berhasil karena banyak kepala negara yang merampok atau mengkorupsi dana pinjaman tersebut. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here