Kasus Percabulan Anak di Bawah Umur Kembali Terjadi Di Lingga

0
897
Poto : Kasat Reskirm Plores Lingga AKP Sohamoko (dok)

Lingga- kasus percabulan anak di bawah umur di lingga kembali terjadi,  sebelumnya beberapa pekan lalu, seorang anak juga dicabuli orang tua kandungnya sendiri. Sebut saja Melati (16)  di cabuli teman sepermainannya sendiri bahkan anggota keluarga korban juga ikut melakukan pencabulan terhadap Melati. Pelaku percabulan ini  9 orang, 2 diantaranya masih di bawah umur.

Kasat reskrim polres lingga, AKP Suharnoko, dikonfirmasi, Selasa ( 24/1/17)  membenarkan adanya laporan pencabulan anak di bawah umur trsebut.

“yah, benar telah terjadi pencabulan terhadap melat, tersangkanya 9 orang, dua diantaranya masih di bawah umur” katanya.

Kesembilan orang tersangka tersebuat diantaranya, 2 yang masih di bawah umur yakni, (Ya) dan (id), kemudian  (dk), (rf), (as), (gt) ,(rd), (rs) dan (fb).

Perbuatan cabul ini terjadi di Sembuang Desa penuba kecamatan Selayar, perbuatan cabul ini di lakukan tersangka di tiga lokasi yakni, di belakang rumah korban, di semak-semak dan di belakang sekolah.

” semua tersangka masih dalam proses pemeriksaan, sementara untuk korbannya sendiri, kita memerlukan waktu untuk proses lanjutan,” ungkap Suharnoko di ruang kerjanya.

Peristiwa itu, sebelumnya dilaporkan orang tua korban kemapolsek Daik, tertanggal (19/1) baru lalu, terungkapnya kasus ini bermula dari kecurigaan orang tua korban, setelah memeriksa hp anaknya yang menerima pesan singkat dari teman lelakinya, untuk berbuat mesum,

Lalu orang tuanya memanggil temannya itu yang menjadi tersangka utama, hasilnya setelah di tanyai tersangka di hadapan orang tua korban mengakui, telah berbuat mesum terhadap bunga, namun dia  mengaku perbuatan bejat ini tidak di lakukannya sendiri, banyak pelaku lain selain dirinya, hal ini di Lakukan berulang kali, dengan tersangka lain dan di lokasi yang berbeda, selain itu diantara pelaku ada keluarga korban juga ikut berbuat hal yang sama terhadap korban, ungkap AKP Suharnoko.

Atas perbuatan para pelaku di jerat dengan UU perlindungan anak pasal 81 dan 82 RI no 35 tahun 2014 perubahan UU RI no 23 tahun 2014, di ancam maksimal 15 tahun, terang AKP Suharnoko.

Sementara di tempat yang sama, komisioner KPPAD Lingga, Sy, Teja Pradaksina. Mengatakan pihaknya akan terus mengawal apapun bentuk kejadian terhadap anak.

” kita akan terus pengawasinya, sampai hak-haknya terpenuhi, namun kesemuanya ini juga tidak luput peran dari masyarakat, terutama orang tua agar dapat mengawasi anaknya lebih ekstra lagi dalam melaksanakan pengawasan,

Dikatakannya, banyak faktor yang menjadi penyebab dalam hal ini, salah satunya, faktor ekonomi keluarga, serta dunia maya, kadang anak melihat apa yang seharusnya belum layak untuk mereka lihat, semuanya harus respon,”  kata Teja ( joe/su)
…………………….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.