Kasus Pekerja Meninggal di PT. Marcopolo Langgar UU BPJS 24 Tahun 2011, Sanksi 8 Tahun Penjara Denda 1 Milyar

0
416
Foto : Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pengawasan Ketenagakerjaan Provinsi Kepri, Sudianto (red)

Independennews.com, Batam – Kasus meninggalnya Karyawan tanpa BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan di PT Marcopolo mengundang reaksi keras dari Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pengawasan Ketenagakerjaan Provinsi Kepri. Atas peristiwa yang menyayat hati itu PT Marcopolo melanggar UU BPJS 24 tahun 2011.

“Kecelakaan kerja hingga merenggut nyawa Karyawan tanpa BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, perusahaan PT Marcopolo melanggar UU BPJS 24 tahun 2011, dengan Sanksi 8 tahun penjara dan denda 1 milyar,” ujar Sudianto Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pengawasan Ketenagakerjaan Provinsi Kepri, Sudianto usai mengikuti RDPU Komisi IV DPRD Kota Batam, Rabu (28/4/21)

Baca juga : Karyawan Meninggal Tanpa BPJS, Sudianto Akan Laporkan PT. Marcopolo

Dikatakan Sudianto, pihaknya tidak akan kendor dan tidak akan memberi ruang kepada Perusahaan yang lalai dengan tanggung jawab, apalagi menyangkut hak mendasar para Karyawan yang telah diatur dalam UU Ketenagakerjaan.

“Kami akan melaporkan PT. Marcopolo atas meninggalnya seorang karyawan di PT. Marcopolo yang merupakan Subcont di PT. Levian Cahaya Sukses (LCS),” ucapnya dengan Nada keras

Sudianto menilai bahwa penyebab seringnya kecelakaan kerja di PT Marcopolo karena Minimnya penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Selain itu juga pengawasan yang diterapkan oleh PT. Marcopolo minim sehingga menyebabkan kecelakaan kerja berulang ulang yang berujung kematian. Ironisnya kata Sudianto, kejadian ini bukanlah yang pertama terjadi.

Baca juga : Terkesan Disembunyikan, Ketua LPM Sei Pelunggut Pertanyakan RAB PSPK di 5 Titik Pengerjaan

“Kejadian yang sama sudah beberapa kali dan karyawannya meninggal. Yang terakhir kejadian lagi pada hari Senin 19 April 2021, kurang lebih pukul 11.30 WIB, Korban bernama Calvin Alparizi PT. Marcopolo Subcont di PT. LCS meninggal dunia. Kecelakaan dan merenggut nyawa kerap terjadi, dan sangat disayangkan karyawan yang meninggal tanpa mengantongi BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan,”katanya (SOP)

Sementara itu, HSE Departemen PT. Marcopolo, Alfikri Hidayat mengatakan korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Graha Hermine, Kecamatan Batu Aji sebelum akhirnya meninggal dunia.

“Setelah beberapa saat, staf saya melihat korban tergeletak penuh darah, dan langsung membawa korban ke RS. Graha Hermine,” ungkapnya

Menindaklanjuti hal tersebut, Sudianto mengatakan akan membawa kasus ini ke ranah hukum karena korban yang meninggal belum didaftarkan oleh pihak perusahaan ke BPJS.

“Tindakan selanjutnya, besok akan kita BAP langsung terkait permasalahan korban. Kalau bisa ini yang terakhirlah, makanya memang kita proses betul secara hukum atau pidana umum memakai UU No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS baik itu BPJS ketenagakerjaan maupun BPJS kesehatan,” ungkapnya.

Baca juga : Ketua MPR RI Bamsoet Desak Polri, Kominfo dan OJK Tindak Tegas Pinjaman Online Ilegal

Tuntutan tersebut kata Sudianto, dibuat karena korban yang meninggal tidak punya BPJS, baik itu kesehatan maupun ketenagakerjaan.

“Itu sanksinya di UU BPJS 24 tahun 2011, 8 tahun penjara dan denda 1 milyar,” tambahnya. (SOP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here