Kapoldasu dan Komisi III DPR RI Gelar Konpres Pengungkapan Sabu 57.799 gram dan 5000 Pil Ekstasi

0
156

 

INDEPENDENNEWS.COM, Asahan – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, menyatakan hukuman maksimal kepada kurir sabu seberat 57.799 gram dan 5.000 butir extasi.

“Mudah-mudahan ini menjadi hukuman yang paling maksimal karena jumlahnya cukup besar,” kata Kapoldasu saat melakukan konferensi pers di Polres Asahan, Jumat (23/04/2021).

Saat itu Kapoldasu didampingi Anggota Komisi III DPRD RI, Hinca Panjaitan, menjelaskan pihak penyidik akan terus melakukan pengembangan sehingga bandarnya bisa terungkap.

“Kami mohon dukungan dan doa masyarakat sehingga kasus narkoba ini bisa diungkap secara maksimal,” ujar Panca sembari memberikan apresiasi kepada tim Polres Asahan.

Sementara itu, Hinca Panjaitan memberikan apresiasi kepada Kepolisian Republik Indonesia terutama Polda Sumatra Utara terkhusus Polres Asahan yang menangkap kurir sabu tersebut.

Atas nama Komisi 3 DPR RI dan mitra Polri, Hinca juga memberi respek kepada Kapolri yang memimpin dengan sangat cepat untuk soal-soal narkoba ini, Kapoldasu yang dalam beberapa waktu sudah turun ke seluruh Daerah terutama Asahan, dan khusus untuk Polres Asahan diucapkan terima kasih.

“Saya mohon kita kejar bandarnya,” ungkap Politisi Partai Demokrat ini, sembari meminta eksekutif dan legislatif untuk memberi perhatian secara khusus terhadap semua kapal-kapal nelayan yang kecil agar diregister dengan baik.

Kapolres Asahan menyebutkan pengungkapan sabu tersebut terungkap disebuah sampan di Bagan Asahan tanpa pemilik, namun Tim Satnarkoba berhasil mengetahui pembawa barang haram tersebut, yakni Harianto warga Bagan Asahan.

“Sudah 2(dua) kali Saya mengantarkan barang ini, imbalannya 1(satu) bungkus Rp 2 juta,” ungkap Harianto.

Terakhir saat dikonfirmasi, Harianto menyatakan dirinya hanya disuruh mengantarkan barang haram tersebut ke Asahan. (ss)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here