Kanwil DJBC Kepri Gelar Pengungkapan Penegahan Baby Lobster

0
190

Karimun, Independennews.com –Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepri menggelar Press Conference pengungkapan barang tegahan berupa komodity laut Baby Lobster (Nephropidae Sp) pada Selasa (25/12/2018) Turut dihadiri dalam kegiatan itu, Kapolsel Meral AKP Hadi Sucipto, BKIPM Tg. Pinang Arrofik, Kepala DJBC Khusus, dan Perwakilan Dandim TBK

Agus Yulianto Kakanwil DJBC Khusus Kepri menyampaikan, bahwa Kanwil DJBC Khusus Kepri telah melakukan penagahan terhadap cpmodity laut jenis Baby Lobster pada Senin 24 Desember 2018.

“penangkapan berawal dari informasi masyarakat tentang adanya rencana pengangkutan Baby Lobster keluar dari daerah Pabean Indonesia, mendengar informasi tersebut Kanwil DJBC Khusus Kepri dan KPU BC Tipe B Batam melakukan Patroli Laut disekitar perairan Pulau Patah. Kemudian sekira pukul 9:30 WIB Kapal Patroli melihat HSC (High Speed Craft) menggunakan mesin 4X300 PK berkecepatan tinggi, selanjutnya dilakukan pengejaran dengan menghidupkan lampu polisi dan memberi tembakan peringatan ke udara agar HSC berhenti namun tidak dihiraukan.

Oleh karena itu, dilakukan pengepungan dengan menambah Armada Kapal Patroli Laut diperairan PU Jello, HSC tersangka terdesak dalam hutan bakau kandas dan para pelaku berhasil melarikan diri, setelah diperiksa HSC itu bermuatan 13 kotak polystyrene, dengan rincian 2 jenis BabyLobster yaitu BabyLobster jenis pasir dengan total 87.000 ekor, harganya sekira USD 8, dengan kurs : IDR 14,611 dan Nilai Barangnya : IDR 10,169,256,000, dan Babylobster jenis mutiara dengan total 8,750 ekor, harganya sekira USD 5, dengan kurs : IDR 14,611 dan nilai Barangnya : IDR 1,917,693,750. Dengan total keseluruhan nilai barang IDR 12,086,949,750

Berdasarkan Permen Kelautan dan Prikanan Repblik Indonesia Nomor : 56/PERMEN-KP/2016 tentang larangan penangkapan dan pengeluaran lobster ,kepiting, dan rajungan dari wilayah Republik Indonesia, dan Babylobster termasuk jenis hasil laut yang dilarang maupun ditangkap berdasarkan Permen KP

Pelakunya diancam hukuman sesuai pasal 102A huruf (a) UU Nomor 17 Tahun 2007 tentang Kepabeanan bahwa “setiap orang yang mengekspor barang tanpa menyerahkan pemberitahuan Pabean, dipidana karena melakukan penyulundupan dibidang ekspor dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50.000.000,- dan paling banyak Rp5.000.000.000,-

Dan barang bukti sebanyak 13box BabyLobster dilepaskan oleh Kakanwil DJBC Kepri Khusus bersama Kapolsek Meral AKP Hadi Sucipto, BKIPM Tg. Pinang Arrofik, dan Perwakilan Dandim TBK, BabyLobster dilepaskan diwilayah perairan Pulau Tokong Hiu Kec.Tebing Kab. Karimun Prov. Kepri, dengan menggunakan 3 kapal Patroli Beacukai yang disaksikan langsung awak media (Razaali)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.